BALI — Veda Ega yang berasal dari Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, baru mendarat di kampung halaman pada Minggu (19/7) sore. Ia bersama Mario Aji langsung disambut antusias ratusan penggemar dalam sebuah acara di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949.
Namun, momen kebersamaan itu harus dipangkas. Keduanya tak bisa berlama-lama bernostalgia karena jadwal latihan di Sirkuit Mandalika sudah menanti pada Senin (20/7).
Alasan Veda Ega dan Mario Aji Pilih Mandalika di Tengah Jeda Balap
Veda dan Mario akan menjalani sesi latihan di Sirkuit Mandalika selama dua hari. Agenda ini menjadi bagian dari persiapan sebelum mereka kembali turun balapan di Sirkuit Silverstone, Inggris, pada 7-9 Agustus 2026 mendatang.
"Besok kita udah berangkat ke Mandalika," kata Veda Ega kepada para penggemar yang hadir di acara tersebut.
Kuliner Jogja: Bakmi Godhog dan Sate Klathak yang Tertunda
Di sela kesibukan yang padat, Veda Ega tetap menyempatkan diri untuk mengobati rasa rindu pada suasana dan kuliner khas Yogyakarta. Meski hanya mampir, ia mengaku sempat menikmati bakmi godhog (rebus).
"Pastinya senang banget, kangen suasananya Jogja dan tentunya makanan-makanannya dan di sini ada keluarga dan ini disambut ramai, jadi senang banget, istimewa," ujarnya.
Namun, satu menu favoritnya harus tertunda. "Tadi udah sempat makan bakmi godhog [rebus], sate klathak belum. Tapi walang [belalang] goreng sudah bawa," tambah Veda.
Makan Malam Istimewa di Keraton Yogyakarta
Tak hanya berburu kuliner, Veda dan Mario juga mendapat kehormatan diundang makan malam oleh Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono. Acara tersebut digelar di Keraton Kilen pada Minggu malam, menjadi penutup manis perjalanan singkat mereka di kampung halaman sebelum kembali fokus ke lintasan balap.