Pencarian

Undiksha Kembangkan Smart Sustainable Edutourism Berbasis AR di Desa Penglipuran, Wisatawan Cukup Scan QR Code

Selasa, 21 Juli 2026 • 08:19:01 WIB
Undiksha Kembangkan Smart Sustainable Edutourism Berbasis AR di Desa Penglipuran, Wisatawan Cukup Scan QR Code
Wisatawan memindai QR Code di Desa Penglipuran untuk mengakses informasi digital berbasis augmented reality.

Ketua Tim Peneliti Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, menjelaskan bahwa teknologi AR akan menyajikan informasi digital yang terintegrasi dengan objek nyata di lokasi. Wisatawan cukup memindai QR Code atau mengakses titik tertentu untuk memperoleh model tiga dimensi (3D), animasi, narasi sejarah, hingga video tentang kearifan lokal.

"Melalui teknologi ini, wisatawan tidak hanya berkunjung, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang lebih interaktif mengenai sejarah, arsitektur tradisional, filosofi, serta nilai-nilai budaya yang hidup di Desa Penglipuran," ujar Lasmawan, Senin.

Fitur Lengkap: dari Peta Interaktif hingga Dashboard Kepadatan Wisatawan

Anggota tim peneliti, I Wayan Pardi, merinci platform digital ini mencakup sejumlah fitur pendukung pengelolaan destinasi. Selain QR Marker pada objek budaya, sistem ini dilengkapi dashboard monitoring kepadatan wisatawan, peta wisata interaktif, serta katalog digital UMKM berbasis narasi budaya.

"Seluruh fitur dirancang untuk mendukung pengelolaan destinasi yang lebih efektif sekaligus meningkatkan kualitas layanan informasi kepada wisatawan," jelas Pardi.

Pengelola Desa: Sistem Ini Bisa Perkuat Daya Saing Penglipuran di Kancah Global

General Manager Pengelola Desa Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarsa, menyambut positif inovasi yang tengah dimatangkan tersebut. Menurutnya, konsep Smart Sustainable Edutourism sejalan dengan visi desa yang mengedepankan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan pelestarian budaya.

"Sistem ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan pengalaman wisatawan sekaligus membantu pengelola dalam mengambil keputusan berbasis data. Kami berharap implementasinya dapat semakin memperkuat daya saing Penglipuran sebagai destinasi wisata budaya berkelas dunia," ungkap Sumiarsa.

Tahap Penyempurnaan Sistem Sebelum Uji Coba Lapangan

Saat ini, tim peneliti dari perguruan tinggi pendidikan terbesar di Pulau Dewata itu telah memasuki tahap penyempurnaan sistem. Implementasi dan uji coba di lapangan direncanakan setelah seluruh fitur dinyatakan siap. Program ini merupakan bagian dari Program Bestari Saintek yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Bagikan
Sumber: bali.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks