Pencarian

Ala Ayuning Dewasa 14 September 2026: Baik Buka Usaha dan Awig-awig, Pawiwahan dan Ngaben Pantang Dilakukan

Senin, 14 September 2026 • 06:47:01 WIB
Ala Ayuning Dewasa 14 September 2026: Baik Buka Usaha dan Awig-awig, Pawiwahan dan Ngaben Pantang Dilakukan
Penanggalan Bali 14 September 2026 menempatkan Soma Pon Prangbakat pada posisi ganda untuk usaha dan upacara.

DENPASAR — Penanggalan kalender tradisional Bali untuk Senin, 14 September 2026 (Soma Pon Prangbakat) menempatkan hari ini pada posisi ganda: menguntungkan untuk sektor usaha dan perencanaan formal, tetapi terlarang untuk sejumlah upacara keagamaan. Umat Hindu di Bali memang menjadikan wariga atau ala ayuning dewasa sebagai acuan sebelum menentukan waktu kegiatan ritual, usaha, maupun pembangunan fisik.

Tujuannya satu: memastikan setiap aktivitas berjalan selamat, lancar, dan kerahayuan. Pada penanggalan hari ini, sejumlah indikator dewasa ayu mendukung kegiatan bernuansa ekonomi dan kompetensi, sementara pantangan berlaku khusus untuk yadnya tertentu.

Sedana Yoga hingga Amerta Dewa Jaya, Penopang Kelancaran Usaha

Beberapa elemen dewasa yang tercatat hari ini secara langsung menyentuh sektor jual beli dan kerja. Sedana Yoga disebut sangat baik untuk membuat alat berdagang, mendirikan tempat usaha, hingga mulai menggelar jualan. Elemen ini dipercaya membawa kelancaran rezeki.

Ada pula Ayu Nulus dan Subacara yang mendukung hampir semua jenis usaha baru. Dua elemen ini juga baik untuk menyusun program kerja, membuat peraturan atau awig-awig, mengangkat petugas baru, serta memulai pelatihan atau belajar.

Bagi yang mengandalkan keahlian pribadi, Amerta Dewa Jaya menjadi rujukan. Elemen ini dinilai sangat baik untuk aktivitas yang bertumpu pada keunggulan dan kompetensi diri.

Dua elemen penunjang lain melengkapi gambaran hari ini. Dauh Ayu dan Derman Bagia mendukung pembuatan aturan, pembangunan sarana fisik, serta latihan seni atau menari.

Rangda Tiga dan Salah Wadi, Pantangan untuk Pawiwahan hingga Ngaben

Meski bernilai baik untuk ekonomi dan perencanaan formal, penanggalan hari ini membawa larangan penting di ranah yadnya. Rangda Tiga dan Carik Walangati sangat tidak disarankan untuk melangsungkan ritual pernikahan (pawiwahan), upacara atiwa-tiwa atau ngaben, serta mengawali pembangunan rumah tinggal.

Pantangan lain datang dari Salah Wadi. Elemen ini melarang pelaksanaan Manusa Yadnya seperti wiwaha, potong gigi (mapendes), dan potong rambut. Larangan serupa berlaku untuk Pitra Yadnya, mencakup penguburan, ngaben, nyekah, dan ngasti.

Khusus sektor pertanian, Babi Munggah masuk kategori tidak baik untuk memulai aktivitas bercocok tanam. Adapun Pepedan memberi catatan berbeda: baik untuk pembukaan lahan baru, namun tidak disarankan membuat peralatan rumah berbahan dasar besi.

Pararasan Laku Api dan Pratiti Upadana, Watak Wariga Hari Ini

Elemen penunjang dalam watak wariga pada 14 September 2026 tercatat memiliki Pararasan Laku Api, Pancasuda Wisesa Segara, Ekajalaresi Luwih Bagia, serta Pratiti Upadana. Rangkaian ini melengkapi hitungan hari baik dan pantangan yang jadi pegangan umat Hindu di Bali.

Bagi warga yang berencana menggelar pawiwahan atau upacara pitra yadnya, sebaiknya menunda ke penanggalan lain. Sementara pelaku UMKM, perajin, dan pekerja yang hendak memulai usaha atau pelatihan bisa memanfaatkan hari ini untuk melangkah.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kabarbali.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks