Pencarian

Wariga Bali 18 Mei 2026: Larangan Hubungan Suami Istri, Tapi Waktu Tepat Menyetem Gamelan

Senin, 18 Mei 2026 • 10:48:48 WIB
Wariga Bali 18 Mei 2026: Larangan Hubungan Suami Istri, Tapi Waktu Tepat Menyetem Gamelan
Seniman Bali memanfaatkan hari Soma Paing untuk menyetem gamelan demi harmoni suara.

BALI — Bagi masyarakat Hindu Bali, tradisi menentukan hari baik sebelum memulai kegiatan berpedoman pada ilmu Wariga. Senin, 18 Mei 2026, jatuh pada Soma Paing, Warigadean, dan membawa kombinasi energi alam yang unik serta bertolak belakang.

Momentum Emas untuk Perajin Gamelan dan Penari

Dua indikator utama, Bojog Turun dan Karnasula, memberikan ruang energi optimal bagi seniman. Hari ini dinilai sebagai waktu paling tepat untuk menyetem atau nglaras bilah-bilah gamelan agar menghasilkan suara harmonis dan bertaksu.

"Sangat baik pula untuk memproduksi alat musik pukul seperti kentongan, bajra, kendang, hingga kroncongan kayu," demikian penjelasan dalam uratan wariga. Indikator Derman Bagia juga mendukung siapa pun yang ingin memulai belajar menari Bali atau berlatih seni baru.

Ritual Leluhur dan Aturan Adat: Jalan Terbuka Lebar

Kehadiran Amerta Dadi membuka jalan untuk menggelar upacara Dewa Yadnya serta menghaturkan pemujaan kepada roh leluhur. Sementara itu, pengaruh Dauh Ayu menjadikan hari ini baik untuk menyusun peraturan baru, membuat awig-awig (aturan adat desa), hingga memulai proyek pembangunan fisik untuk fasilitas umum.

Lima Pantangan: Dari Pernikahan hingga Belanja Besar

Di balik banyaknya hari baik untuk kesenian, terdapat sejumlah larangan keras. Kombinasi Carik Walangati, Rangda Tiga, dan Kaleburau membuat hari ini sangat tidak baik untuk melaksanakan upacara pernikahan (pawiwahan) serta ritual kematian (atiwa-tiwa atau ngaben). Melanggar pantangan ini dipercaya memicu hambatan spiritual yang berat.

Meski baik untuk membangun fasilitas umum, Karnasula melarang pembangunan kamar pribadi atau rumah tinggal. Hari ini juga tidak disarankan untuk mengadakan rapat besar atau pertemuan penting.

Dari sisi keuangan, pengaruh Kala Sarang membawa sifat boros atau terapas. Warga disarankan menahan diri dari aktivitas belanja besar-besaran agar keuangan tidak boncos.

Sampar Wangke: Risiko di Balik Hubungan Suami Istri

Pantangan paling spesifik datang dari indikator Sampar Wangke. Berdasarkan mitos dalam wariga, hari ini disarankan untuk menghindari aktivitas bersenggama atau hubungan suami istri. Kepercayaan turun-temurun menyebutkan bahwa melanggar larangan ini berisiko melahirkan anak yang penuh kesialan di kemudian hari.

Bagikan
Sumber: kabarbali.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks