Pencarian

Theo Paphitis Ungkap Rahasia Rekrut Dennis Wise ke Millwall Tanpa Sepengetahuan Pelatih

Sabtu, 19 September 2026 • 19:37:01 WIB
Theo Paphitis Ungkap Rahasia Rekrut Dennis Wise ke Millwall Tanpa Sepengetahuan Pelatih

BALI — Mantan pemilik Millwall, Theo Paphitis, membuka cerita di balik transfer Dennis Wise pada 2002. Kesepakatan itu terjadi dalam waktu singkat lewat perbincangan santai dengan Ray Wilkins, tanpa sepengetahuan pelatih Mark McGhee saat itu.

Theo Paphitis mengungkapkan bagaimana Millwall berhasil mendatangkan Dennis Wise pada 2002. Gelandang timnas Inggris 21 kali itu bergabung dengan status salah satu pemain terbesar yang pernah diboyong klub London tersebut.

Wise datang ke The Den dengan reputasi mumpuni. Ia pernah meraih tiga gelar Piala FA dan meninggalkan Leicester City setelah sebuah insiden. Kepindahan ini mengejutkan banyak pihak karena Millwall saat itu bermain di divisi bawah.

Permintaan Mark McGhee Jadi Titik Awal

Paphitis mengaku sebelumnya berbicara dari hati ke hati dengan McGhee. Sang pelatih menyampaikan kebutuhan mendesak akan sosok bertipe Dennis Wise di lini tengah.

“Saya berbicara dari hati ke hati dengan Mark McGhee pekan sebelumnya,” kata Paphitis kepada FourFourTwo. “Dia bilang kami butuh karakter bergaya Dennis Wise di lini tengah.”

Saat itu Millwall memiliki Tim Cahill, pemain muda menjanjikan yang sedang berkembang sebagai gelandang box to box. McGhee menilai timnya butuh pemimpin berpengalaman untuk mendampingi Cahill.

Perbincangan dengan Ray Wilkins Buka Jalan

Peluang itu datang tak terduga. Paphitis bertemu Ray Wilkins, tetangganya yang juga mantan bintang Inggris dan Chelsea, untuk minum bersama.

“Kebetulan saya pergi minum dengan Ray Wilkins, yang merupakan tetangga saya,” ujar Paphitis. “Ray bertanya apakah saya sudah mempertimbangkan Dennis.”

Paphitis mengaku tidak menyukai agen Wise saat itu, Eric Hall, yang dinilainya kasar ketika ia mencoba merekrut Wise dari Chelsea. Karena itu, Wilkins melakukan pendekatan tertutup langsung kepada Wise atas nama Paphitis.

“Saya akhirnya berbicara dengan Dennis dan berkata, ‘Saya jamin mereka akan menyukaimu di The Den’,” kenang Paphitis. “Saya bilang padanya saya tidak akan berurusan dengan agennya. Kami tidak menghadirkan agen dalam negosiasi itu.”

Jadi Pemain Bergaji Tertinggi Tanpa Komitmen Jangka Panjang

Millwall menjadikan Wise pemain dengan bayaran tertinggi kala itu. Meski demikian, kesepakatan tersebut tidak mengikat klub dalam komitmen jangka panjang yang memberatkan keuangan.

“Itu tidak akan merugikan klub secara finansial,” kata Paphitis. “Begitu Dennis berkomitmen secara mental, semuanya jadi sangat mudah, dan semua pendukung Millwall selalu bersyukur karenanya.”

Kecepatan negosiasi membuat Paphitis tidak punya waktu melibatkan McGhee. Ia baru menghubungi sang pelatih setelah kesepakatan rampung dan konferensi pers dijadwalkan esok hari.

McGhee Terkejut di Ujung Telepon

Paphitis menelepon McGhee untuk memberi kabar. Ia mengingatkan sang pelatih bahwa ia meminta sosok bertipe Dennis Wise, dan permintaan itu telah terpenuhi.

“Dia bertanya, ‘Ada kemungkinan Anda memberi tahu siapa?’ Saya jawab, ‘Ya, Dennis Wise’,” ujar Paphitis. “Hening di ujung telepon.”

Wise kemudian menghabiskan tiga tahun berseragam Millwall. Kepindahannya tetap dikenang sebagai salah satu transfer paling berani dalam sejarah klub, sekaligus bukti bagaimana sebuah perbincangan santai bisa mengubah arah sebuah tim.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fourfourtwo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks