BALI — Bayangkan James Bond yang justru panik saat harus menyebut nama aslinya. Itulah premis Legion Was Here, game stealth yang menguji kemampuan observasi dan akting pemainnya. Alih-alih menembak atau menyelinap di ventilasi, misi utama kamu adalah meyakinkan orang-orang terdekat target bahwa kamu adalah orang yang mereka kenal.
Kegagalan bukan soal game over biasa. Jika NPC curiga dengan penampilan atau jawabanmu, kamu langsung dieksekusi di tempat. Tidak ada kesempatan kedua—kecuali kamu memuat ulang save.
Karakter Creator sebagai Mekanik Bertahan Hidup
Di awal misi, kamu terbaring di meja operasi sambil mempelajari dossier target. Detail fisik seperti warna mata, bentuk hidung, hingga gaya rambut harus direplikasi lewat editor karakter yang dalam. Namun, tantangannya tidak sesederhana mencocokkan foto.
Dalam demo yang saya mainkan, foto target hanya memperlihatkan bagian mulut, telinga, dan dagu. Sisanya berupa sketsa yang digambar seperti karya anak kecil—lengkap dengan krayon biru yang entah menandakan rambut biru atau sekadar coretan asal. Teka-teki ini menuntut pemain menebak dan berharap tebakannya benar.
Dossier Padat, Nyawa Taruhannya
Penampilan saja tidak cukup. Dossier juga berisi informasi tentang asal daerah, pekerjaan, makanan favorit, dan hobi target. Sebelum berangkat, kamu harus menyerap semua data itu karena pertanyaan yang muncul saat interogasi tidak bisa diprediksi.
Untungnya, ada cara curang ala siswa sekolah: menulis catatan kecil di telapak tangan. Tapi ingat, menengok catatan di depan NPC yang curiga bisa jadi bumerang. Dalam percobaan pertama saya, penampilan sebagai alien dari Neptunus yang menyamar jadi manusia dan hobi berdandan badut sudah cukup meyakinkan. Namun, saya justru gugup saat diinterogasi dan akhirnya tewas.
Misi Gila: Konspirasi Alien dan Gunung Rushmore
Demo ini memang sengaja dibumbui elemen absurd. Target yang saya tiru ternyata alien Neptunus yang menyamar sebagai manusia dan punya hobi berdandan badut. Rencana jahat mereka? Meledakkan Gunung Rushmore. Sepanjang misi, kamu harus menjawab pertanyaan dari sesama Neptunian yang mencurigai identitasmu, lalu meyakinkan sheriff manusia bahwa kamu bukan alien.
Kekacauan ini justru menjadi daya tarik utama Legion Was Here. Perpaduan ketegangan interogasi dengan situasi konyol menciptakan pengalaman yang jarang ditemukan di game stealth lain. Setelah beberapa kali mencoba, saya akhirnya berhasil menyelesaikan misi—meski butuh beberapa kali restart untuk menghafal detail penting di dossier.
Kapan Rilis Penuh dan di Mana Bisa Dicoba?
Versi lengkap Legion Was Here dijadwalkan rilis akhir tahun ini. Untuk saat ini, kamu sudah bisa mencoba demo gratisnya melalui halaman Steam resmi game tersebut. Bagi pemain Indonesia yang suka tantangan observasi dan roleplay, demo ini layak masuk daftar tunggu.