DENPASAR — Sebanyak 70 warga Kota Denpasar yang menjadi korban bencana alam akhirnya menerima kepastian bantuan dari pemerintah daerah. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp1,19 miliar, menyasar rumah-rumah yang rusak akibat kebakaran, angin kencang, hingga angin puting beliung, termasuk santunan kematian akibat musibah.
Penyerahan bantuan ini bukan sekadar seremonial. Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara hadir langsung untuk menyerahkan secara simbolis kepada 25 perwakilan penerima di Lobi Kantor Wali Kota Denpasar, Jumat. Langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat pemerintah atas musibah yang menimpa warganya.
Skema Bantuan: Berdasarkan Tingkat Kerusakan, Bukan Pemerataan
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar Ida Bagus Joni Ariwibawa menegaskan bahwa nilai bantuan yang diterima masyarakat tidak sama rata. Proses verifikasi dan validasi dilakukan bersama perangkat daerah terkait sebelum dana dicairkan.
“Bantuan yang diserahkan didasarkan pada jenis perbaikan serta hasil perhitungan kerugian akibat bencana, seperti kebakaran, angin kencang, angin puting beliung, serta santunan kematian akibat bencana alam. Untuk rumah warga, bantuan maksimal sebesar Rp100 juta, sedangkan untuk fasilitas umum maksimal Rp150 juta,” kata Joni Ariwibawa.
Artinya, warga yang rumahnya ludes terbakar akan menerima kompensasi lebih besar dibandingkan mereka yang hanya mengalami kerusakan ringan pada atap akibat angin kencang. Skema ini dinilai lebih adil karena berfokus pada tingkat kerugian aktual di lapangan.
Harapan Pemkot: Bantuan Jadi Modal untuk Bangkit
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan empati mendalam atas musibah yang menimpa warganya. Ia berharap dana tersebut dapat digunakan secara tepat guna untuk mempercepat proses pemulihan tempat tinggal dan aktivitas ekonomi warga.
“Kami turut berduka atas musibah yang menimpa masyarakat. Semoga bantuan dari Pemerintah Kota Denpasar ini dapat meringankan beban, memberikan manfaat, serta menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk bangkit dan kembali menjalani aktivitas,” ujar Jaya Negara.
Pernyataan tersebut menjadi penegas bahwa pemerintah tidak hanya berhenti pada pendataan, tetapi hadir memberikan dukungan nyata di tengah kondisi kebencanaan yang kerap melanda wilayah perkotaan.
Korban Kebakaran: “Kami Bisa Bangkit Kembali”
Di tengah prosesi penyerahan, salah satu penerima bantuan, Joshua Rinaldi Rombe, yang rumahnya ludes dilalap kebakaran, menyampaikan apresiasinya secara langsung. Baginya, bantuan ini adalah titik terang untuk memulai kembali kehidupan setelah kehilangan hampir segalanya.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan dari Pemerintah Kota Denpasar, khususnya Bapak Wali Kota. Semoga dengan bantuan ini kami dapat bangkit kembali setelah mengalami musibah kebakaran,” ungkapnya.
Apa Langkah Pemkot Selanjutnya?
Dengan diserahkannya bansos Tahap Anggaran 2026 ini, BPBD Kota Denpasar masih membuka ruang pengaduan bagi warga terdampak yang belum terdata. Pemerintah menegaskan akan terus berupaya hadir memberikan dukungan dalam menghadapi berbagai kondisi kebencanaan di wilayahnya.
Masyarakat yang rumahnya rusak akibat bencana namun belum menerima bantuan diimbau untuk segera melapor ke kelurahan setempat guna dilakukan asesmen ulang oleh tim BPBD.