Pencarian

Pelatihan Sanggul dan Tata Rias di Bangli Bidik Peluang Ekonomi dari Tingginya Kebutuhan Upacara Adat Bali

Selasa, 11 Agustus 2026 • 21:27:31 WIB
Pelatihan Sanggul dan Tata Rias di Bangli Bidik Peluang Ekonomi dari Tingginya Kebutuhan Upacara Adat Bali
Puluhan pelaku usaha salon di Bangli mengikuti pelatihan tata rias dan sanggul untuk memanfaatkan peluang ekonomi dari kebutuhan upacara adat Bali.

BANGLI — Puluhan pelaku usaha rintisan bidang salon di Kabupaten Bangli mendapat pelatihan khusus tata rias rambut dan wajah. Kegiatan ini digelar untuk membekali mereka menangkap peluang ekonomi dari tingginya permintaan jasa rias untuk upacara adat di Bali.

Ketua Forum Puspa Bangli, Suciati Diar, menyebut keterampilan menata sanggul menjadi kebutuhan mendasar yang harus dikuasai pelaku usaha salon lokal. "Pelatihan ini untuk meningkatkan keterampilan dalam menata rambut atau sanggul sesuai dengan kebutuhan acara atau upacara adat," ujarnya di Bangli, Selasa.

Keterampilan Langsung dari Pengusaha Rias Adat

Para peserta tidak hanya menerima teori. Mereka mendapat pembekalan langsung dari salah satu pengusaha salon tata rias adat Bali yang mempraktikkan teknik menata sanggul dan rias wajah di hadapan peserta.

Pendekatan praktik langsung ini dinilai efektif karena peserta bisa melihat detail teknik yang kerap menjadi pembeda kualitas hasil riasan. Setelah mengikuti pelatihan, setiap peserta menerima paket peralatan berupa sanggul serta perlengkapan tata rias wajah dan rambut.

Paket peralatan tersebut diserahkan oleh Puspa Provinsi Bali bersama Forum Puspa Kabupaten Bangli. Bantuan ini diharapkan menjadi modal awal bagi peserta untuk langsung mempraktikkan keterampilan yang baru diperoleh.

Modal Usaha di Tengah Padatnya Kalender Adat

Suciati menegaskan bahwa keterampilan ini bisa langsung dikembangkan menjadi sumber penghasilan. "Keterampilan ini nantinya dapat dikembangkan menjadi peluang usaha atau pekerjaan di bidang tata rias," imbuhnya.

Peluang tersebut terbuka lebar karena kebutuhan tata rias di Bali tidak pernah sepi. Berbagai kegiatan sosial hingga upacara adat yang berlangsung hampir setiap pekan membutuhkan jasa perias, baik untuk pengantin, upacara potong gigi, maupun acara keagamaan lainnya.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya menguasai teknik dasar sanggul dan tata rias, tetapi juga mampu memanfaatkan keterampilan tersebut sebagai bekal meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan ekonomi keluarga.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bali.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks