BALI — Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dan Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memimpin langsung proses distribusi di Alor. Keduanya meninjau penyerahan beras di sejumlah desa untuk memastikan bantuan benar-benar tiba di tangan warga, bukan sekadar laporan administratif.
"Hari ini kami datang langsung ke Alor untuk memastikan bantuan pangan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat. Bantuan yang disalurkan merupakan alokasi tiga bulan, sehingga setiap keluarga menerima 30 kilogram beras," kata Rizal dalam keterangan yang diterima di Kupang, Sabtu.
Geografi Bukan Penghalang
Distribusi pangan ke wilayah kepulauan seperti Alor selalu menghadapi tantangan besar. Medan yang sulit dan jarak antar-pulau membuat biaya logistik membengkak dan waktu tempuh lebih lama. Namun, Rizal menegaskan hal itu tidak menjadi alasan untuk mengurangi pelayanan.
"Bagi Bulog, tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dilayani. Alor adalah bagian dari Indonesia, dan masyarakatnya memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian serta akses pangan. Kami akan terus memastikan pangan hadir sampai ke masyarakat," ujarnya.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, dan pemangku kepentingan menjadi kunci agar distribusi pangan berjalan efektif hingga ke pelosok. Tanpa kolaborasi itu, bantuan berisiko tersendat di tengah jalan.
Rincian Penerima di Tingkat Desa
Penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Alor menjangkau 37.338 penerima bantuan pangan (PBP). Sebarannya mencakup berbagai desa, antara lain Desa Fuisama dengan 66 PBP, Desa Probur 513 PBP, dan Desa Lembur Barat 222 PBP.
Amran menegaskan komitmen pemerintah untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah kepulauan yang selama ini kerap luput dari perhatian. "Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan yang cukup dan bantuan yang menjadi haknya. Tidak boleh ada masyarakat yang merasa jauh dari perhatian pemerintah hanya karena berada di wilayah kepulauan atau pelosok," kata Amran.
Kehadiran Negara yang Dirasakan Langsung
Rizal menambahkan, penyaluran ini bukan sekadar membagikan beras, melainkan simbol bahwa negara hadir di tengah masyarakat. Menurutnya, aspirasi dan masukan warga—termasuk dari generasi muda Alor—menjadi bagian penting untuk memperkuat perhatian pemerintah terhadap kondisi pangan di daerah.
Pemerintah berharap bantuan ini mampu menjaga ketahanan pangan sekaligus meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Dengan distribusi yang tepat sasaran dan tepat waktu, masyarakat Alor kini tidak perlu khawatir menghadapi gejolak harga atau kelangkaan pasokan dalam tiga bulan ke depan.