Pencarian

Apple Gugat OpenAI: Mantan Eksekutif Apple Diduga Curi Rahasia Dagang untuk Kembangkan HP AI

Minggu, 12 Juli 2026 • 22:41:01 WIB
Apple Gugat OpenAI: Mantan Eksekutif Apple Diduga Curi Rahasia Dagang untuk Kembangkan HP AI
Apple menggugat OpenAI atas dugaan pencurian rahasia dagang oleh mantan eksekutifnya.

BALI — Gugatan yang diajukan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara California ini menargetkan Tang Tan, yang sebelumnya menjabat VP of Product Design untuk iPhone dan Apple Watch selama 24 tahun di Apple. Ia bergabung dengan OpenAI pada 2026. Bersamanya, Chang Liu, mantan senior systems electrical engineer Apple yang bekerja selama delapan tahun, juga disebut dalam gugatan.

Menurut dokumen gugatan, Tan diduga menggunakan nama kode proyek rahasia Apple dalam proses rekrutmen OpenAI. Ia bahkan meminta kandidat pekerjaan untuk membawa komponen perangkat keras Apple ke sesi wawancara, melatih karyawan Apple yang akan keluar cara menghindari prosedur keamanan perusahaan, dan menanyakan detail produk Apple yang belum diumumkan.

Bocoran untuk Kembangkan Perangkat Keras Sendiri

Tuduhan ini muncul di saat OpenAI dikabarkan tengah mengembangkan produk perangkat keras pertamanya yang akan bersaing langsung dengan iPhone. Analis industri Ming-Chi Kuo sebelumnya menyebut perangkat itu kemungkinan adalah ponsel pintar yang mengandalkan agen AI, bukan aplikasi. Jika benar, ini akan menjadi salah satu ancaman terbesar bagi bisnis inti perangkat keras Apple.

Apple juga menuduh Chang Liu gagal mengembalikan laptop milik perusahaan setelah pindah ke OpenAI pada 2026. Ia diduga menggunakan komputer itu untuk mengunduh dokumen teknis rahasia Apple, termasuk spesifikasi teknologi, presentasi teknis, dan data proyek proprietary yang belum diumumkan.

Gugatan menyebut Liu juga membagikan informasi rahasia Apple kepada karyawan Apple lain yang melamar pekerjaan di OpenAI, termasuk memberikan saran tentang apa yang harus dipelajari sebelum wawancara.

Strategi Terstruktur OpenAI?

Apple mengirimkan surat peringatan ke OpenAI pada Februari 2026, namun tidak mendapat tanggapan. Dalam gugatan, Apple menuduh perilaku para mantan karyawannya adalah bagian dari strategi terstruktur OpenAI untuk mengekstrak informasi rahasia Apple. Strategi itu termasuk meminta calon karyawan membawa desain dan prototipe ke wawancara, serta menjawab pertanyaan tentang proses pemilihan komponen dan vendor.

Yang lebih serius, penyelidikan Apple menemukan bahwa OpenAI dan mitranya diduga telah menggunakan informasi rahasia Apple saat mengembangkan produk perangkat keras mereka sendiri. Gugatan menyebutkan teknik finishing metal proprietary yang digunakan OpenAI setelah menyesatkan mitra bisnisnya dengan mengklaim telah mendapat izin dari Apple.

Dampak pada Bisnis Hardware OpenAI

Apple meminta pengadilan untuk melarang OpenAI menggunakan atau mengungkapkan rahasia dagangnya, meminta perusahaan mengembalikan semua materi rahasia Apple, dan menyimpan bukti terkait kasus ini.

"Ini baru ujung dari gunung es. Apple tidak memiliki visibilitas terhadap apa yang terjadi di balik pintu tertutup OpenAI, di mana pelanggaran semacam itu dinormalisasi dan dicontohkan oleh kepemimpinan," demikian bunyi gugatan. "Akibatnya, bisnis perangkat keras OpenAI yang baru lahir kini berdiri di atas fondasi yang paling goyah, busuk hingga ke akarnya karena ketergantungan ilegal pada rahasia dagang yang disalahgunakan."

Dalam pernyataan resmi, Apple menegaskan akan selalu membela kerja keras dan inovasi timnya. Sementara itu, OpenAI merespons melalui pernyataan publik di X: "Kami tidak tertarik pada rahasia dagang perusahaan lain. Kami tetap fokus membangun teknologi inovatif yang memberdayakan orang di mana pun."

Kasus ini masih berkembang. Proses hukum nantinya akan membuka peluang bagi Apple untuk mengetahui lebih banyak tentang skala operasi dugaan pencurian melalui proses discovery hukum.

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks