BALI — Kabar positif dari Timur Tengah tak mampu mendongkrak harga Bitcoin. Pembukaan kembali Selat Hormuz setelah perjanjian damai antara Amerika Serikat dan Iran sempat memunculkan harapan pasar membaik. Namun, data menunjukkan harga Bitcoin justru masih tertekan di bawah USD 63.000.
Fokus Investor Beralih ke Sinyal The Fed
Alih-alih merespons meredanya ketegangan geopolitik, investor kripto saat ini lebih mencermati hasil rapat Federal Reserve. Di bawah Ketua baru Kevin Warsh, The Fed memberikan sinyal bahwa suku bunga akan tetap tinggi lebih lama dari perkiraan sebelumnya.
Proyeksi median suku bunga tahun 2026 bahkan naik menjadi 3,8 persen, dari sebelumnya 3,4 persen. Sinyal ini mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Dana Institusi Mulai Keluar dari ETF Bitcoin
Suku bunga tinggi membuat aset berisiko seperti Bitcoin kurang menarik dibanding instrumen yang menawarkan imbal hasil tetap. Dampaknya langsung terlihat pada produk ETF Bitcoin spot.
Data menunjukkan terjadi arus keluar dana sebesar USD 29,37 miliar pada Rabu (17/6) zona waktu EST. Ketika dana institusi keluar dari pasar, tekanan jual biasanya meningkat karena investor mencari imbal hasil yang lebih stabil.
Mengapa Bitcoin Tidak Terpengaruh Kabar Positif Selat Hormuz?
Pembukaan kembali jalur perdagangan minyak di Selat Hormuz memang membantu meredakan kekhawatiran pasokan energi global. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur strategis tersebut.
Namun, pasar kripto saat ini lebih dipengaruhi oleh faktor makroekonomi. Kebijakan moneter, arus dana institusional, dan aktivitas perdagangan derivatif menjadi penentu utama pergerakan harga Bitcoin dalam jangka pendek.
Level Kunci yang Harus Dipantau
Analis menyebut area USD 62.000 kini menjadi level support penting bagi Bitcoin. Jika level tersebut bertahan, harga berpotensi rebound. Sebaliknya, jika tembus, pasar berisiko menguji area yang lebih rendah.
Selama sentimen suku bunga tinggi masih mendominasi, pergerakan Bitcoin kemungkinan akan tetap sensitif terhadap data ekonomi dan aliran dana institusional ke depannya.