Pencarian

Rupiah Melemah ke Rp17.856 per Dolar AS pada Kamis Pagi, Tertekan Sentimen Global

Kamis, 18 Juni 2026 • 10:57:31 WIB
Rupiah Melemah ke Rp17.856 per Dolar AS pada Kamis Pagi, Tertekan Sentimen Global
Rupiah melemah ke posisi Rp17.856 per dolar AS pada Kamis pagi.

JAKARTA — Pergerakan rupiah pada awal perdagangan Kamis pagi kembali menunjukkan tren pelemahan. Berdasarkan data yang dihimpun, rupiah dibuka turun 94 poin atau setara 0,53 persen ke posisi Rp17.856 per dolar Amerika Serikat. Level ini lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di angka Rp17.762 per dolar AS.

Tekanan Datang dari Eksternal

Pelemahan rupiah pagi ini terjadi di tengah masih kuatnya indeks dolar AS di pasar global. Para pelaku pasar memantau sikap bank sentral Amerika Serikat yang diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi ini mendorong aliran modal keluar dari aset berisiko negara berkembang, termasuk Indonesia.

Sentimen eksternal menjadi faktor dominan yang menekan nilai tukar rupiah dalam beberapa hari terakhir. Selain kebijakan moneter AS, ketidakpastian ekonomi global juga ikut membebani mata uang Asia lainnya.

Level Psikologis Rp18.000 Kian Dekat

Pergerakan rupiah yang mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS menjadi perhatian para analis. Sepanjang pekan ini, rupiah sudah mencatatkan pelemahan yang cukup signifikan. Pada penutupan sebelumnya, rupiah masih bertahan di Rp17.762, namun tekanan jual di awal sesi membuatnya tembus ke Rp17.856.

Bank Indonesia sendiri terus melakukan intervensi di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Namun, tekanan dari eksternal yang besar membuat upaya stabilisasi menjadi lebih berat.

Dampak ke Harga Barang Impor

Pelemahan rupiah secara langsung berdampak pada harga barang-barang impor. Bahan baku industri, komponen elektronik, hingga produk konsumen yang bergantung pada pasokan luar negeri berpotensi mengalami kenaikan harga. Masyarakat perlu mencermati pergerakan harga kebutuhan pokok dalam beberapa pekan ke depan.

Di sisi lain, pelemahan rupiah bisa menguntungkan sektor ekspor. Produk-produk Indonesia menjadi lebih murah di pasar internasional sehingga daya saingnya meningkat. Namun, efek positif ini baru akan terasa jika pelemahan tidak berlangsung terlalu volatil.

Bagikan
Sumber: bali.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks