JAKARTA — Penguatan rupiah yang terjadi di awal pekan ini disebut analis sebagai imbas dari meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sentimen positif ini memicu peralihan modal ke aset berisiko (risk-on) sekaligus menekan harga minyak mentah dunia.
Kesepakatan Interim AS-Iran Disinyalir Dorong Pelemahan Dolar
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa harapan perdamaian tersebut langsung berdampak pada indeks dolar AS yang ikut tertekan. "Rupiah berpotensi kembali menguat terhadap dolar AS di tengah meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah memicu sentimen risk-on dan penurunan pada harga minyak mentah dunia," ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.
Menurut Lukman, laporan yang beredar mengenai adanya kesepakatan damai interim antara AS dan Iran menjadi katalis utama pelemahan dolar. Indeks dolar AS tercatat turun setelah kabar tersebut beredar luas di pasar keuangan global.
Nota Kesepahaman Rampung, Jadwal Penandatanganan di Swiss
Kabar penguatan rupiah ini beriringan dengan laporan dari kantor berita Iran, Mehr, yang mengutip rancangan nota kesepahaman antara Teheran dan Washington. Disebutkan bahwa kesepakatan final antara kedua negara akan disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).
Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi memastikan bahwa nota kesepahaman telah rampung. Dokumen tersebut dijadwalkan untuk ditandatangani di Swiss pada Jumat, 19 Juni mendatang.
Isi Rancangan: AS Berkomitmen Tak Campuri Urusan Dalam Negeri Iran
Berdasarkan rancangan yang beredar, Amerika Serikat disebut berkomitmen untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri Iran serta menghormati kedaulatan Republik Islam Iran. Salah satu poin krusial dalam rancangan tersebut mengatur bahwa pembukaan Selat Hormuz akan dilakukan dalam waktu 30 hari setelah nota kesepahaman ditandatangani oleh kedua pihak.
Proyeksi Pergerakan Rupiah Selanjutnya
Melihat dinamika ini, para pelaku pasar memperkirakan rupiah masih berpotensi melanjutkan penguatannya. Untuk perdagangan hari ini, rentang pergerakan rupiah diperkirakan berada di kisaran Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS. Pasar masih akan mencermati perkembangan lebih lanjut terkait realisasi penandatanganan kesepakatan damai tersebut.