BALI — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dampak signifikan dari gempa yang berpusat di darat dengan kedalaman 10 kilometer itu. Episenter gempa berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dan 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Korban Terkonsentrasi di Sigi, Ratusan Jiwa Terdampak
Hingga pukul 19.00 WIB, BNPB mendata setidaknya 312 jiwa atau 110 kepala keluarga (KK) terdampak gempa di Sulteng. Kabupaten Sigi menjadi wilayah dengan dampak paling parah. Di sana, 272 jiwa atau 89 KK terdampak, 22 warga mengalami luka ringan, dan 13 warga menderita luka berat.
“Berdasarkan laporan yang dihimpun hingga pukul 19.00 WIB, satu warga dilaporkan meninggal dunia di Kabupaten Sigi,” kata Abdul Muhari di Jakarta, Selasa.
Kerusakan Bangunan Meluas, Puluhan Rumah Rusak Berat
Proses pendataan BNPB menemukan sedikitnya 67 unit rumah terdampak gempa. Rinciannya, 26 rumah mengalami rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat. Kerusakan terbanyak kembali dilaporkan di Kabupaten Sigi dengan 47 rumah terdampak, terdiri dari 23 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.
Selain rumah tinggal, enam fasilitas ibadah, dua gedung perkantoran, satu jembatan, dan satu usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Sigi juga dilaporkan mengalami kerusakan. Di Kabupaten Parigi Moutong, 15 rumah terdampak, sementara di Kabupaten Poso tercatat lima rumah terdampak dengan tiga di antaranya rusak ringan.
Kota Palu Alami Retakan Jembatan, Gempa Susulan Masih Berlanjut
Di Kota Palu, dua warga dilaporkan mengalami luka ringan. BNPB juga mencatat terjadi keretakan di Jembatan III, satu fasilitas umum terdampak, satu hotel mengalami kerusakan, serta satu tempat usaha terdampak di ibu kota provinsi tersebut.
Aktivitas gempa susulan masih terus terjadi hingga sore hari. BMKG mencatat hingga pukul 14.00 WIB terdapat 55 kali aktivitas gempa susulan di sekitar lokasi gempa utama. BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.