Pencarian

Makna Filosofis di Balik Tema PKB XLVIII di Bali: Bukan Sekadar Panggung Hiburan, tapi Ajang Penyucian Jiwa

Minggu, 14 Juni 2026 • 11:21:31 WIB
Makna Filosofis di Balik Tema PKB XLVIII di Bali: Bukan Sekadar Panggung Hiburan, tapi Ajang Penyucian Jiwa
Gubernur Bali Wayan Koster membuka resmi Pesta Kesenian Bali XLVIII dengan tema "Atma Kerthi: Jiwa Siddha Parishudha".

DENPASARPesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 resmi bergulir. Namun, di balik gemerlap panggung dan parade budaya, Gubernur Bali Wayan Koster ingin menegaskan bahwa perhelatan ini bukan sekadar festival tahunan. Tema yang diusung tahun ini, "Atma Kerthi: Jiwa Siddha Parishudha", memiliki bobot filosofis yang dalam: memuliakan jiwa melalui proses penyucian menuju kehidupan yang paripurna.

Tema tersebut menjadi ruh bagi para seniman yang terlibat. Mereka tidak hanya dituntut menghadirkan keindahan artistik, tetapi juga menyampaikan nilai spiritual, moral, dan kearifan lokal Bali yang autentik.

"Melalui tema Atma Kerthi, PKB mendorong masyarakat untuk tidak sekadar menikmati pertunjukan seni, tetapi juga merefleksikan pentingnya menjaga keseimbangan batin, memperkuat identitas budaya, dan mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi berikutnya," demikian pernyataan resmi panitia yang dikutip dari Bali Konten.

Prosesi Peed Aya sebagai Pembuka

Pembukaan PKB XLVIII ditandai dengan pelaksanaan Peed Aya di kawasan Renon, Denpasar. Ritual ini diresmikan langsung oleh Gubernur Wayan Koster sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan selama sebulan penuh.

Beragam pertunjukan yang ditampilkan sejak awal mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam semesta. Ini menjadi pengingat bahwa seni di Bali tidak bisa dilepaskan dari akar spiritualnya.

Agenda Sebulan: Dari Panggung hingga Sarasehan

Selama satu bulan, hingga 11 Juli 2026, masyarakat dapat menikmati berbagai agenda PKB. Mulai dari pagelaran seni, parade budaya, lomba, sarasehan, hingga kegiatan yang melibatkan pelaku seni dari dalam dan luar negeri.

Panitia merancang agar PKB tidak hanya menjadi ajang hiburan semata. Lebih dari itu, perhelatan ini diharapkan menjadi wahana edukasi dan penguatan jati diri budaya Bali di tengah derasnya arus perkembangan zaman.

Dengan pendekatan ini, Pemerintah Provinsi Bali ingin memastikan bahwa tradisi dan nilai-nilai luhur tetap relevan bagi generasi muda. PKB menjadi ruang dialog antara masa lalu dan masa kini, antara seni dan spiritualitas, antara hiburan dan refleksi batin.

Bagikan
Sumber: balikonten.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks