DENPASAR — Dua orang jemaah haji asal Bali dilaporkan wafat saat menjalani prosesi ibadah di Mekkah. Keduanya berasal dari Kabupaten Gianyar dan Buleleng. Kabar duka ini menyelimuti persiapan pemulangan 680 jemaah haji asal Pulau Dewata yang dijadwalkan tiba di Tanah Air pada 10 Juni 2026.
Rombongan jemaah haji asal Bali akan dipulangkan melalui Debarkasi Surabaya. Proses pemulangan ini menjadi momen yang pahit bagi keluarga yang ditinggalkan, terutama di tengah rasa syukur karena sebagian besar jemaah telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji dengan lancar.
Dua Jemaah Wafat di Tanah Suci
Dua jemaah yang wafat tersebut diketahui merupakan bagian dari kloter pemberangkatan asal Bali. Hingga saat ini, belum ada rincian lebih lanjut mengenai penyebab meninggalnya kedua jemaah tersebut. Pihak terkait masih melakukan koordinasi untuk proses pemulangan jenazah ke kampung halaman masing-masing.
Kepergian dua jemaah ini menambah daftar panjang jemaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci pada musim haji tahun ini. Proses pengurusan jenazah di Arab Saudi biasanya mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh otoritas setempat.
Jadwal Kepulangan dan Persiapan
Kepulangan 680 jemaah haji asal Bali dijadwalkan pada 10 Juni 2026 melalui Debarkasi Surabaya. Para jemaah akan menjalani serangkaian proses pemeriksaan dan administrasi sebelum akhirnya kembali berkumpul dengan keluarga di Bali.
Pemerintah daerah setempat telah menyiapkan posko pemantauan dan pelayanan untuk menyambut kedatangan para jemaah. Koordinasi dengan pihak keluarga juga terus dilakukan, terutama bagi keluarga yang anggota jemaahnya wafat di Mekkah.
Apa yang Perlu Dipersiapkan Keluarga?
Bagi keluarga yang menunggu kepulangan jemaah, terutama yang ditinggalkan, proses administrasi kepulangan jenazah perlu dipersiapkan. Pihak terkait di Bali diimbau untuk segera berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama setempat guna memperlancar proses pemulangan jenazah dari Arab Saudi.
Kepastian jadwal dan mekanisme pemulangan diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi para keluarga yang masih menanti. Proses ini menjadi perhatian serius mengingat dua jemaah asal Bali harus pulang dalam keadaan berbeda dari yang diharapkan.