Pencarian

Karnaval Pancasila Kembali Digelar di Denpasar, Yayasan Rumah KAKEK Hadirkan Perpaduan Seni Budaya Nusantara

Selasa, 02 Juni 2026 • 14:23:09 WIB
Karnaval Pancasila Kembali Digelar di Denpasar, Yayasan Rumah KAKEK Hadirkan Perpaduan Seni Budaya Nusantara
Peserta Karnaval Pancasila memeriahkan rute dari Lapangan Puputan Badung menuju Taman Budaya Denpasar.

DENPASAR — Yayasan Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan, yang akrab disapa Rumah KAKEK, kembali menggelar Karnaval Pancasila di Denpasar. Perhelatan tahunan ini menjadi ajang perayaan Hari Lahir Pancasila dengan menampilkan perpaduan seni dan budaya dari berbagai daerah di Nusantara.

Rute Karnaval dan Ragam Seni yang Ditampilkan

Karnaval dimulai dari titik kumpul di Lapangan Puputan Badung dan berakhir di Taman Budaya Denpasar. Sepanjang rute, peserta dari berbagai sanggar seni dan komunitas budaya menampilkan tarian tradisional, kostum adat, serta musik etnik khas masing-masing daerah. Beberapa penampilan menyuguhkan kolaborasi antara seni Bali dengan budaya dari Jawa, Sumatera, hingga Papua.

Mengapa Karnaval Ini Digelar Setiap Tahun?

Menurut pihak penyelenggara, karnaval bukan sekadar perayaan seremonial. Acara ini dirancang untuk memperkuat rasa kebangsaan di tengah masyarakat yang majemuk. "Kami ingin Pancasila tidak hanya dihafal, tetapi dirayakan dalam bentuk ekspresi budaya yang hidup," ujar perwakilan Rumah KAKEK. Setiap tahun, tema dan komposisi seni yang ditampilkan sengaja dibuat berbeda agar tetap relevan dengan kondisi sosial terkini.

Antusiasme Warga dan Dampak bagi Pelaku Seni Lokal

Karnaval ini juga menjadi panggung bagi seniman lokal untuk tampil di hadapan publik yang lebih luas. Sejumlah pelaku UMKM kuliner dan kerajinan turut memeriahkan acara dengan membuka stan di sepanjang lokasi karnaval. Warga yang hadir tampak antusias menyaksikan iring-iringan peserta yang mengenakan busana tradisional sembari membawa atribut bertuliskan nilai-nilai Pancasila.

Apa yang Berbeda dari Tahun Sebelumnya?

Pada edisi kali ini, panitia menambahkan elemen instalasi seni interaktif yang bisa dinikmati pengunjung di beberapa titik pemberhentian. Hal ini bertujuan agar karnaval tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga ruang partisipasi bagi warga. Pihak penyelenggara menyebut bahwa inovasi ini mendapat respons positif dari peserta dan pengunjung yang hadir sejak pagi hari.

Bagikan
Sumber: radarbadung.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks