DENPASAR — Aksi percobaan perampokan yang melibatkan alat kejut listrik terjadi di tengah keramaian siang hari di kawasan Panjer, Denpasar Selatan. Seorang dokter muda berinisial JRR, 26, warga asal Makassar, menjadi sasaran pelaku yang diduga sudah memantau korbannya sejak lama.
Peristiwa itu terjadi saat korban tengah melintas di kawasan tersebut. Pelaku yang mengendarai sepeda motor tiba-tiba mendekat dan menyengatkan alat kejut listrik ke tubuh JRR. Korban yang terkejut sempat kehilangan kendali, namun pelaku gagal membawa kabur kendaraannya karena korban berteriak meminta tolong.
Awal Mula: Pelaku Beraksi di Tengah Keramaian
Menurut informasi yang dihimpun, pelaku diduga sudah mengincar korban sejak dari lokasi praktik. JRR yang baru saja menyelesaikan tugas jaga di sebuah rumah sakit di Denpasar langsung menjadi target saat melintas di Jalan Panjer. Pelaku memanfaatkan momen ketika lalu lintas sedikit lengang untuk melancarkan aksinya.
Warga sekitar yang mendengar teriakan korban langsung berhamburan keluar. Pelaku yang panik segera tancap gas meninggalkan lokasi. Korban sempat mengalami luka ringan akibat sengatan listrik dan langsung dilarikan ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Proses: Bagaimana Pelaku Melancarkan Aksi?
Pelaku menggunakan alat kejut listrik yang didapatkan dari pasar gelap. Alat tersebut mampu melumpuhkan korban dalam hitungan detik tanpa meninggalkan luka permanen. Namun, karena korban sigap berteriak, pelaku tidak sempat mengambil barang berharga milik JRR.
Polsek Denpasar Selatan yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk casing alat kejut yang sempat terjatuh saat pelaku melarikan diri. Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih dalam pengejaran kepolisian.
Apa Langkah Selanjutnya?
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya tenaga medis yang kerap bertugas hingga larut malam atau bergantian shift, untuk meningkatkan kewaspadaan. Kapolsek Denpasar Selatan melalui humas setempat menyebutkan bahwa patroli di kawasan rawan akan diperketat dalam beberapa pekan ke depan.
Korban saat ini masih dalam pemulihan dan telah dimintai keterangan secara lengkap oleh penyidik. JRR mengaku trauma dengan kejadian tersebut dan berharap pelaku segera ditangkap agar tidak ada korban lain.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa aksi kejahatan jalanan bisa terjadi kapan saja, bahkan di siang hari bolong di pusat kota. Warga diimbau untuk tidak ragu melapor jika melihat gerak-gerik mencurigakan di lingkungan sekitar.