TABANAN — Kawasan Terminal Pesiapan di Dauh Pala, Desa Dauh Peken, akhirnya mulai tersentuh pembenahan. Dinas PUPR Kabupaten Tabanan memulai pekerjaan revitalisasi pada Senin (1/6) dengan konsep yang tidak sekadar merombak fisik bangunan. Terminal ini dirancang ulang menjadi pusat transportasi terpadu yang menyatu dengan pasar rakyat, sebuah pendekatan yang jarang diterapkan di proyek serupa di Bali.
Konsep Baru: Terminal Tak Lagi Sekadar Tempat Ngetem
Selama ini, Terminal Pesiapan dikenal sebagai titik transit angkutan umum yang kondisinya kurang terawat. Banyak area mangkrak dan tidak termanfaatkan secara optimal. Dalam desain baru, kawasan terminal akan diperluas fungsinya.
Pemerintah Kabupaten Tabanan ingin menghidupkan kembali denyut ekonomi di sekitar terminal. Dengan menyatukan area transportasi dan pasar rakyat, warga yang turun dari angkutan umum bisa langsung berbelanja. Sebaliknya, pedagang pasar mendapat akses langsung ke moda transportasi.
Pekerjaan Awal dan Target Pengerjaan
Pekerjaan fisik tahap awal sudah dimulai dengan pembersihan lahan dan persiapan struktur dasar. Dinas PUPR Tabanan belum merilis angka pasti anggaran proyek ini, namun memastikan pengerjaan akan dilakukan secara bertahap. Target awal adalah menyelesaikan area inti terminal dan los pasar agar bisa segera difungsikan.
Revitalisasi ini juga mencakup penataan drainase, perluasan area parkir, dan pembangunan kios-kios baru untuk pedagang. Desainnya mengadopsi konsep terbuka dengan sirkulasi udara alami, khas arsitektur tropis Bali.
Dampak Langsung ke Warga Sekitar
Warga Desa Dauh Peken menyambut baik dimulainya proyek ini. Selama ini, kawasan terminal dianggap kumuh dan kurang aman, terutama pada malam hari. Dengan adanya revitalisasi, mereka berharap muncul aktivitas ekonomi baru yang bisa dinikmati pedagang kecil dan pelaku UMKM.
Keberadaan pasar rakyat di dalam kawasan terminal juga diproyeksikan menjadi alternatif belanja murah bagi warga Tabanan bagian selatan. Lokasinya yang strategis di persimpangan jalan utama membuat akses menuju terminal cukup mudah dari berbagai arah.
Apa yang Berubah dari Terminal Lama?
Perubahan paling mendasar ada pada tata ruang. Terminal lama hanya memiliki area tunggu dan pemberhentian angkot tanpa fasilitas penunjang. Dalam desain baru, area tunggu akan diperluas dan dilengkapi dengan jalur pejalan kaki yang teduh. Los pasar akan ditempatkan di sisi barat terminal, berbatasan langsung dengan pemukiman warga.
Pemerintah juga menyiapkan ruang serbaguna yang bisa digunakan untuk kegiatan komunitas atau pasar dadakan pada akhir pekan. Ini menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki terminal-terminal lain di Tabanan.
Jadwal dan Tindak Lanjut
Proyek revitalisasi ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa bulan ke depan. Dinas PUPR Tabanan akan melakukan pengawasan ketat agar pengerjaan sesuai dengan desain yang telah ditetapkan. Setelah rampung, pengelolaan terminal dan pasar akan diserahkan kepada Dinas Perhubungan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat.
Warga berharap proyek ini tidak berhenti di seremonial groundbreaking saja. Mereka ingin melihat terminal yang benar-benar hidup, bukan sekadar bangunan baru yang kembali sepi seperti sebelumnya.