DENPASAR — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali telah menyerahkan daftar atlet berprestasi dari ajang Asian Games dan Asian Para Games kepada Gubernur Bali. Berkas itu memuat nama atlet, cabang olahraga, hingga perolehan medali sebagai bahan pertimbangan pemberian apresiasi tambahan.
I Ketut Jagra Sunu menyatakan pengajuan sudah dilakukan dan KONI Bali tidak lagi memegang kewenangan atas besaran bonus. "Sudah diajukan kepada Bapak Gubernur," kata Jagra Sunu, dikutip dari keterangannya belum lama ini.
Berkas Menunggu Disposisi ke Disdikpora Bali
Menurut Jagra Sunu, laporan yang masuk ke Gubernur Bali biasanya didisposisikan ke Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Bali. Dari situ proses penetapan bonus tambahan akan berjalan sesuai mekanisme pemerintah provinsi.
KONI Bali, lanjut dia, hanya bertugas menyampaikan data capaian prestasi atlet. "Untuk bonus tambahan dari pemerintah daerah. Kami menunggu arahannya," ujarnya.
Dua Emas Panjat Tebing Jadi Sorotan
Sejumlah atlet Bali tercatat meraih medali di kancah internasional. Desak Made Rita Kusuma Dewi menyabet dua medali emas pada nomor speed putri cabang panjat tebing.
Dari cabang atletik, I Kadek Dwi Purwana Yasa meraih medali pada nomor lempar cakram putra F57. Cabang selancar ombak menyumbang medali perak lewat I Made Pajar Ariyana.
Medali perunggu diraih Cokorda Istri Agung Sanistyarani dari cabang karate, disusul sejumlah atlet berprestasi asal Bali lainnya. Daftar lengkap atlet dan perolehan medali itulah yang kini berada di meja Gubernur Bali.
Bonus Pusat Rp 3 Miliar untuk Peraih Emas Perorangan
Pemerintah pusat sebelumnya telah mengucurkan bonus bagi para peraih medali. Nilainya Rp 3 miliar untuk emas perorangan, Rp 525 juta untuk perak, dan Rp 262,5 juta untuk perunggu.
Besaran bonus tambahan dari Pemprov Bali belum ditetapkan. Kepastian nominal sepenuhnya menjadi ranah pemerintah provinsi setelah berkas KONI Bali diproses lebih lanjut.