BALI — KAI Commuter resmi menghentikan operasional Stasiun Karet sebagai bagian dari integrasi dengan Stasiun BNI City. Langkah ini diambil untuk memusatkan layanan KRL di satu titik yang terhubung langsung dengan kawasan perkantoran dan moda transportasi lain.
Penumpang yang sebelumnya turun di Stasiun Karet kini diarahkan ke Stasiun BNI City yang berjarak sekitar 500 meter. Meski terbilang tidak terlalu jauh, rute tambahan ini menjadi persoalan tersendiri bagi kelompok penumpang tertentu.
Keluhan Penumpang yang Membawa Anak
Afifah (23), salah satu pengguna setia Stasiun Karet, mengaku kaget dengan kebijakan ini. Ia baru mengetahui informasi penutupan dari media sosial dan sempat mengira jarak ke Stasiun BNI City tidak terlalu jauh. Namun, setelah mencobanya langsung bersama anaknya, ia menyadari perjalanan tersebut cukup menguras tenaga.
"Kalau misalkan jalan agak lumayan capek, apalagi saya bawa anak, aduh pusing sih, apalagi panas juga udaranya. Terus juga jalannya lumayan jauh, kirain agak dekat, ternyata 5 menitan ke atas ya," ujar Afifah kepada wartawan, Selasa (1/9/2026).
Keluhan serupa berpotensi muncul dari penumpang lanjut usia dan pekerja yang setiap hari menggunakan rute ini. Waktu tempuh yang bertambah, ditambah kondisi cuaca panas, membuat perjalanan commuter line terasa lebih berat dibanding sebelumnya.
Perubahan Layanan KRL di Kawasan Karet
Dengan pengalihan ini, Stasiun BNI City menjadi satu-satunya titik pemberhentian KRL di kawasan Karet, Jakarta Pusat. KAI Commuter memastikan layanan tetap berjalan normal dan penumpang diarahkan melalui jalur yang aman menuju stasiun pengganti.
Untuk sementara, seluruh aktivitas naik-turun penumpang yang sebelumnya dilayani Stasiun Karet sepenuhnya dipindahkan ke BNI City. Penumpang disarankan menyesuaikan waktu perjalanan karena adanya tambahan jarak tempuh.
Kebijakan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya integrasi antarmoda yang sedang didorong pemerintah di kawasan Dukuh Atas. Bagi penumpang yang terbiasa dengan Stasiun Karet, perubahan ini menuntut adaptasi — terutama mereka yang membawa anak kecil atau memiliki keterbatasan mobilitas.