KLUNGKUNG — Puluhan pelajar SMKN 1 Klungkung menerima pembekalan teknik berkendara aman dalam program Safety Riding Education for Senior High School. Astra Motor Bali sengaja memilih sekolah di Kabupaten Klungkung untuk memperluas jangkauan edukasi keselamatan jalan hingga ke daerah rural.
Langkah ini merupakan strategi pemerataan agar budaya tertib berlalu lintas tidak hanya hidup di kawasan perkotaan. Pendekatan ke daerah penyangga diharapkan menciptakan kesadaran keselamatan yang inklusif dan berkelanjutan di kalangan pelajar.
Materi Pelatihan: Memrediksi Bahaya Tersembunyi di Jalan
Para peserta tidak hanya diajarkan teknik dasar mengendarai sepeda motor. Mereka juga dilatih mengenali potensi bahaya di jalan raya, baik yang terlihat langsung maupun yang tidak terlihat.
Materi interaktif mencakup teknik pengereman yang tepat, posisi berkendara ideal, hingga cara membaca situasi lalu lintas secara responsif. Aspek pengendalian emosi dan mental saat berkendara juga menjadi sorotan utama dalam pembekalan ini.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali, Yosep Klaudius, menegaskan bahwa kemampuan memprediksi bahaya sama pentingnya dengan keterampilan mengendalikan kendaraan. Menurutnya, gerakan #Cari_Aman harus ditanamkan sejak dini agar terbentuk karakter pengemudi yang bertanggung jawab di masa depan.
"Gerakan #Cari_Aman berawal dari kalangan pelajar. Melalui edukasi ini, kami tidak hanya memberikan pemahaman tentang teknik mengendalikan sepeda motor, tetapi juga memberikan kemampuan bagi para peserta untuk memprediksi bahaya di jalan raya, baik bahaya yang terlihat langsung maupun bahaya yang tidak terlihat. Harapannya, para siswa ini mampu menularkan kebiasaan positif tersebut ke lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar," ujar Yosep.
Kunci Utama: Mengontrol Emosi dan Etika Berlalu Lintas
Berkendara yang aman tidak cukup bermodal kemampuan memutar gas. Kesadaran mengontrol perilaku dan emosi saat berada di jalan raya justru menjadi faktor penentu keselamatan.
PIC Safety Riding & Community Promotion Astra Motor Bali, Ngurah Iswahyudi, menjelaskan bahwa Honda memiliki tanggung jawab moral sebagai pelopor keselamatan berkendara untuk memberikan edukasi berkesinambungan kepada masyarakat luas.
"Berkendara itu bukan sekadar bisa naik sepeda motor atau memutar gas, tetapi juga harus bisa mengendalikan perilaku dan emosi saat berada di jalan raya. Sebagai pelopor keselamatan, Honda wajib terus memberikan edukasi sejak dini. Kesadaran mengontrol emosi dan mematuhi etika berlalu lintas adalah kunci utama dalam menekan angka kecelakaan," tegas Ngurah Iswahyudi.
Target: Lahirkan Agen Perubahan di Lingkungan Sekitar
Melalui program ini, Astra Motor Bali berharap para siswa SMKN 1 Klungkung dapat bertransformasi menjadi safety riding ambassador. Mereka diharapkan aktif mengampanyekan semangat #Cari_Aman kepada keluarga dan rekan sebaya.
Pembentukan agen perubahan dari bangku sekolah dinilai efektif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas dalam jangka panjang. Kebiasaan positif yang ditanamkan sejak muda akan terbawa hingga mereka menjadi pengendara dewasa.
Dengan jangkauan yang meluas hingga ke wilayah Klungkung, edukasi keselamatan berkendara kini tidak lagi menjadi monopoli sekolah di kota-kota besar Bali.