DENPASAR — Sebanyak 111 kader Posyandu asal Kabupaten Jembrana resmi menuntaskan Bimbingan Teknis (Bimtek) Bina Posyandu Angkatan XI Tahun 2026. Penutupan digelar di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan dan Masyarakat (Bapelkesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Jumat (28/8), ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan kepada peserta terbaik oleh Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster.
Dengan selesainya angkatan ini, total pengurus TP Posyandu yang telah mengikuti pelatihan sejak angkatan pertama mencapai 1.257 orang. Mereka dibekali pemahaman tentang perluasan bidang tugas Posyandu yang kini mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Enam SPM: Posyandu Tak Lagi Sekadar Timbang Bayi
Ny. Putri Koster mengingatkan para kader bahwa tantangan terbesar saat ini adalah mengubah pola pikir lama yang mengidentikkan Posyandu hanya dengan kegiatan penimbangan bayi. Ia menegaskan transformasi kelembagaan telah berjalan seiring status baru Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD).
"Kita harus cepat mengalihkan pemikiran bahwa saat ini ada bidang-bidang selain kesehatan yang menjadi tugas Posyandu," ujarnya di hadapan para peserta.
Kendati cakupan tugas bertambah, Ny. Putri Koster mengingatkan para kader agar tidak bekerja terlalu rumit. Ia memberi contoh, kader yang bertugas di bidang pekerjaan umum tidak harus turun langsung memperbaiki jalan atau rumah warga.
Kader Diminta Aktif Serap Aspirasi Warga
Peran utama kader di bidang tersebut adalah menyerap aspirasi dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi warga, untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan perangkat desa. Dengan begitu, Posyandu berfungsi sebagai simpul informasi pembangunan di tingkat banjar.
Para peserta yang telah mendapat materi selama tiga hari sejak Rabu (26/8) diminta segera menularkan ilmunya ke kader Posyandu di wilayah masing-masing. "Apa yang diperoleh di sini, sosialisasikan hingga kader Posyandu yang bertugas di masing-masing banjar. Kalau didiamkan, tidak akan ada gunanya," tegas Ny. Putri Koster.
Solusi Keterbatasan Anggaran Sosialisasi
Menghadapi kendala anggaran untuk pelatihan lanjutan, Ny. Putri Koster menyarankan jajaran pengurus menjalin kerja sama dengan Dinas Kominfo di kabupaten/kota. Sosialisasi materi dapat dilaksanakan secara daring agar jangkauannya lebih luas tanpa membebani biaya perjalanan.
Bimtek ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Bali memperkuat kapasitas kader Posyandu dalam menghadapi perluasan mandat layanan, dari urusan kesehatan semata menuju pemberdayaan masyarakat desa secara menyeluruh.