Pencarian

Wastra Tenun Cepuk dan Songket Klungkung Tampil di Panggung APKASI Otonomi Expo 2026, Ketua Dekranasda Tegaskan Target Naik Kelas

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 11:18:01 WIB
Wastra Tenun Cepuk dan Songket Klungkung Tampil di Panggung APKASI Otonomi Expo 2026, Ketua Dekranasda Tegaskan Target Naik Kelas
Koleksi wastra tenun cepuk, songket, dan motif wayang Kamasan karya desainer Made Sudiarkajaya ditampilkan dalam Lomba Fashion Show Wastra Nusantara di APKASI Otonomi Expo 2026, Tangerang.

TANGERANG — Kabupaten Klungkung tidak sekadar memamerkan kain pada gelaran APKASI Otonomi Expo 2026. Lewat tema "Tri Hita Karana", koleksi yang dikenakan dalam Lomba Fashion Show Wastra Nusantara di Nusantara Convention Hall, ICE BSD, Tangerang, Jumat (28/8), dirancang untuk membawa filosofi harmoni kehidupan Bali ke kancah nasional.

Karya yang ditampilkan merupakan garapan desainer Made Sudiarkajaya. Busana yang dikenakan mengusung konsep smart casual dan adat kontemporer, memadukan karakter tradisional yang kuat dengan tren mode masa kini.

Motif Khas yang Diangkat ke Panggung Nasional

Koleksi yang ditampilkan mencakup kekayaan wastra khas Klungkung. Beberapa di antaranya adalah tenun cepuk, songket, dan motif wayang Kamasan yang sarat akan nilai seni dan sejarah.

Kehadiran Ketua Dekranasda Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, dalam ajang ini menjadi simbol komitmen nyata untuk memastikan wastra daerah tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Target Wastra Klungkung Naik Kelas

Ny. Eva Satria menegaskan bahwa pengembangan wastra merupakan bagian integral dari penguatan ekonomi kreatif serta peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Ia optimistis produk para perajin dapat menembus pasar yang lebih kompetitif.

"Wastra Klungkung harus naik kelas—baik dari segi kualitas, pemasaran, maupun nilainya. Kita ingin karya para pengrajin semakin dikenal, dihargai, dan memberikan manfaat ekonomi yang jauh lebih besar bagi mereka," tegas Ny. Eva Satria.

"Dukung terus wastra Kabupaten Klungkung. Karena di balik setiap motif terselip doa, dan pada setiap helai tenunan terdapat wujud kemerdekaan ekonomi bagi para pengrajin," pungkasnya.

Lebih dari Sekadar Kain, Ini Identitas dan Ekonomi

Bagi Dekranasda Klungkung, wastra bukan sekadar produk fesyen. Di setiap helai tenun dan songket tersimpan cerita, identitas, serta jati diri daerah yang harus dijaga.

Pelestarian wastra dinilai memiliki dampak ganda. Selain menjaga warisan budaya, upaya ini juga membuka peluang ekonomi yang nyata bagi para pengrajin di Kabupaten Klungkung.

Partisipasi dalam APKASI Otonomi Expo 2026 diharapkan menjadi pintu masuk bagi wastra Klungkung untuk lebih dikenal luas, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di pasar global.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: balijani.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks