Pencarian

Rupiah Terjepit di Rp17.693, Dua Katalis Ini Menentukan Arah Pekan Depan

Minggu, 30 Agustus 2026 • 20:53:31 WIB
Rupiah Terjepit di Rp17.693, Dua Katalis Ini Menentukan Arah Pekan Depan
Rupiah ditransaksikan tipis di level Rp17.693 per dolar AS pada penutupan perdagangan pekan ini.

BALI — Pergerakan rupiah pekan ini nyaris datar, hanya menguat tipis 0,01% secara mingguan. Kondisi ini mencerminkan kebuntuan pasar di tengah dua kekuatan yang saling tarik: tekanan eksternal dari penguatan indeks dolar AS dan sentimen positif dari fundamental domestik.

Kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) juga bergerak senada, menguat tipis ke Rp17.703 per dolar AS dibandingkan posisi pekan sebelumnya di Rp17.705 per dolar AS.

Dua Katalis yang Ditunggu Pelaku Pasar

Analis Pasar Uang dan Komoditas PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menilai pelaku pasar sedang dalam mode wait and see. Penyebabnya, data inflasi resmi yang akan dirilis dalam waktu dekat menjadi acuan penting bagi Bank Indonesia untuk menentukan arah kebijakan moneternya.

"Pelaku pasar cenderung menahan diri dari mengambil posisi agresif sebelum melihat angka inflasi resmi," tulis Ibrahim dalam keterangan resminya, Minggu (28/8/2026).

Dari sisi eksternal, pasar juga menanti sinyal terbaru dari bank sentral AS. Keputusan The Fed terkait suku bunga akan sangat menentukan pergerakan dolar global, yang secara langsung berdampak pada nilai tukar rupiah.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Pekan Depan

Ibrahim memproyeksikan pergerakan kurs rupiah pada pekan depan bakal berada di rentang Rp17.600 hingga Rp17.900 per dolar AS. Kombinasi faktor domestik dan eksternal akan menjadi penentu utama, dengan potensi pelemahan lebih dalam jika dolar AS kembali menguat.

Namun, ada secercah harapan di tengah ketidakpastian ini. Jika laju inflasi domestik menunjukkan angka yang terkendali, ruang untuk pelonggaran moneter oleh Bank Indonesia akan semakin terbuka.

Hal ini bisa menjadi angin segar bagi rupiah, karena memberikan sinyal stabilitas ekonomi di tengah gejolak global. Investor pun akan menilai bahwa tekanan inflasi yang rendah memberi ruang bagi BI untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tanpa harus menaikkan suku bunga secara agresif.

Pasar kini memasuki fase krusial, di mana setiap data ekonomi yang dirilis akan langsung tercermin pada pergerakan rupiah. Keputusan BI dan The Fed dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi ujian nyata bagi ketahanan mata uang Garuda.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks