BANGLI — Peristiwa ini terungkap setelah korban tidak masuk kerja seperti biasanya. Pihak keluarga di kampung halaman baru mendapat kabar duka tersebut setelah pihak terkait di Jepang mengonfirmasi penemuan jenazah PAMW di kediamannya.
Kepergian PAMW meninggalkan duka mendalam bagi kerabat di Desa Landih. Kerabat korban, KG, mengaku tidak pernah membayangkan musibah ini akan menimpa keluarganya.
Sempat Video Call dengan Adik Sehari Sebelum Meninggal
Kabar mengejutkan lainnya datang dari momen terakhir korban bersama keluarganya. Sehari sebelum ditemukan meninggal, pada Sabtu (15/8) malam, PAMW masih sempat melakukan panggilan video dengan adiknya.
Dalam percakapan tersebut, korban tidak menunjukkan gelagat aneh atau tanda-tanda akan mengakhiri hidupnya. Bibi korban, NWN, menuturkan bahwa PAMW memang memiliki kebiasaan rutin menelepon keluarga hampir setiap hari sepulang kerja.
"Setiap hari nelpon setelah pulang kerja," ujarnya kepada awak media, Senin (17/8).
Sempat Mengaku Senang Bekerja di Jepang
PAMW berangkat ke Jepang pada 1 Juli 2026. Sebelum resmi bekerja, ia menjalani masa karantina selama satu bulan di negara tersebut.
Selama di perantauan, almarhumah beberapa kali mengaku senang bekerja di Jepang. Ia dikenal sebagai pribadi yang tenang dan tidak pernah mengeluhkan kendala pribadi maupun pekerjaan kepada keluarganya.
Sosoknya yang periang dan jarang mengeluh membuat kabar duka ini semakin sulit diterima orang-orang terdekatnya.
Proses Pemulangan Jenazah Masih Diurus LPK
Hingga saat ini, pihak keluarga belum bisa memastikan kapan jenazah PAMW akan dipulangkan ke Bali. Proses kepulangan jenazah masih dalam pengurusan LPK yang memberangkatkan korban ke Jepang.
Keluarga hanya bisa menunggu dan berharap proses administrasi serta pemulangan jenazah dapat berjalan lancar agar bisa segera memakamkan PAMW di kampung halamannya.