JEMBRANA — Rangkaian persiapan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kawasan Gilimanuk memasuki tahap final. Gubernur Bali Wayan Koster bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengecek sejumlah titik krusial, mulai dari lokasi helipad di Lapangan Umum Gilimanuk hingga area seremoni di sekitar Monumen Lintas Laut, Senin (24/8/2026).
Peninjauan yang berlangsung dari pukul 10.45 hingga 14.05 Wita itu diakhiri dengan rapat koordinasi di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Gilimanuk. Agenda utamanya mematangkan pengamanan dan teknis acara ground breaking yang dijadwalkan berlangsung Selasa (25/8/2026).
Pengamanan VVIP dan Keterlibatan Masyarakat Jadi Fokus Utama
Dalam rapat koordinasi tersebut, Gubernur Bali menekankan kesiapan seluruh unsur agar rangkaian kegiatan yang direncanakan dihadiri Presiden Republik Indonesia dan/atau Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dapat berlangsung aman dan tertib. Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra memaparkan kebutuhan perkuatan personel untuk pola pengamanan VVIP.
Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa menyatakan jajarannya siap mengamankan lokasi kegiatan maupun sepanjang jalur yang akan dilalui rombongan. Adapun pelaksanaan teknis di lapangan akan menyesuaikan rundown final yang telah disepakati.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan turut memaparkan rencana keterlibatan masyarakat dalam menyambut agenda kedatangan Presiden RI. Keterlibatan warga ini menjadi bagian dari sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mendukung kelancaran agenda pembangunan strategis di Kabupaten Jembrana.
Lahan 211 Hektare untuk Energi Bersih Bali
Dari sisi teknis, Direktur Utama PT PLN (Persero) Dharmawan Prasodjo menyampaikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung seremoni. Pembangunan PLTS tersebut diarahkan untuk memperkuat pemanfaatan energi bersih sekaligus mendukung visi Bali menuju kemandirian dan ketahanan energi.
Rencananya, pembangunan PLTS mencakup sejumlah kawasan di Gilimanuk. Lahan terluas sekitar 211 hektare berada di seberang Monumen Lintas Laut, Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk. Selain itu, proyek juga mencakup kawasan sekitar Pura Tirta dan wilayah Banjar Klatakan, Kecamatan Melaya.
Polres Jembrana Siap Jaga Kondusivitas dan Aktivitas Warga
Kapolres Jembrana AKBP Cheery Sinta Maygrend Simamora menegaskan komitmen jajarannya mendukung seluruh rangkaian kegiatan melalui pengamanan yang terukur dan humanis. Pihaknya memastikan aspek keamanan dan ketertiban tetap terjaga selama acara berlangsung.
“Polres Jembrana siap mendukung kelancaran agenda pembangunan strategis ini dengan mengedepankan sinergi, kesiapsiagaan, serta pelayanan kepada masyarakat. Kami memastikan aspek keamanan dan ketertiban tetap terjaga, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, lancar, dan kondusif,” ujar Kapolres Jembrana.
Menurutnya, kesiapan pengamanan tidak hanya berorientasi pada kelancaran kegiatan utama. Jajaran kepolisian juga memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal serta pengguna jalan dan warga di sekitar lokasi mendapatkan pelayanan serta rasa aman.
Seluruh rangkaian peninjauan dan koordinasi persiapan ground breaking PLTS di Gilimanuk berlangsung aman, tertib, dan lancar. Seremoni ground breaking direncanakan menjadi bagian dari agenda pembangunan energi bersih yang dilaksanakan secara serentak di sejumlah wilayah Indonesia.