NEGARA — Pemerintah Kabupaten Jembrana memastikan akan memfasilitasi ambulans untuk pemulangan jenazah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Mendoyo dari Jepang. Jenazah dijadwalkan tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Jumat pekan ini setelah sebelumnya sempat terkendala masalah biaya pemulangan.
Awal Mula: Kendala Biaya yang Menunda Kepulangan
Proses pemulangan jenazah PMI asal Mendoyo ini sempat tertunda karena persoalan biaya transportasi dari Jepang ke Indonesia. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa keluarga almarhum mengalami kesulitan untuk menutup seluruh biaya pemulangan yang tidak sedikit jumlahnya.
Kendala ini kemudian mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Pihak Pemkab Jembrana melalui dinas terkait langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk perwakilan Indonesia di Jepang, untuk mencari solusi agar jenazah bisa segera dipulangkan ke kampung halaman.
Proses Pemulangan: Dari Bandara Menuju Rumah Duka
Setelah berbagai upaya dilakukan, akhirnya kepastian pemulangan didapatkan. Jenazah dijadwalkan tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Jumat ini. Pemerintah Kabupaten Jembrana kemudian mengambil langkah cepat dengan menyiapkan satu unit ambulans untuk menjemput dan mengantarkan jenazah ke rumah duka di Kecamatan Mendoyo.
Ambulans tersebut akan berangkat dari wilayah Jembrana menuju bandara dan langsung mengantar jenazah begitu proses kedatangan selesai. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada lagi hambatan logistik bagi keluarga di tahap akhir pemulangan.
Apa Langkah Pemkab Selanjutnya?
Pemkab Jembrana menyatakan akan terus memantau proses pemulangan hingga jenazah tiba di rumah duka dan dimakamkan. Selain fasilitas ambulans, pemerintah daerah juga disebut siap memberikan bantuan lain yang diperlukan keluarga almarhum dalam prosesi pemakaman.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan bagi pekerja migran Indonesia, terutama ketika menghadapi situasi darurat di luar negeri. Koordinasi antara pemerintah daerah, pusat, dan perwakilan RI di luar negeri menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan serupa di masa mendatang.