DENPASAR — Kalender Bali Digital menandai Senin, 24 Agustus 2026 sebagai hari dengan energi positif untuk menggelar acara sakral maupun memulai usaha baru. Ramalan dewasa ini menyebutkan hari tersebut masuk kategori derman bagia, sebuah momen yang dinilai baik untuk melangsungkan pernikahan, mendirikan bangunan, hingga mengawali pendidikan non-formal seperti belajar menari.
Bagi masyarakat yang bergelut di bidang peternakan, hari ini juga membawa keberuntungan. Waktu yang dianggap tepat untuk mulai mengambil atau memelihara ternak (wewalungan) jatuh pada dewasa kala upa.
Pantangan Menanam Padi dan Pekerjaan Tanah
Meski baik untuk menikah dan beternak, ada catatan penting bagi para petani. Kalender Bali menyebutkan sampi gumarang munggah sebagai pertanda yang tidak baik untuk menanam padi dan jagung pada hari tersebut.
Selain itu, dewasa kala sor juga menjadi peringatan agar masyarakat menghindari pekerjaan yang berkaitan langsung dengan tanah. Aktivitas seperti membajak sawah, bercocok tanam, hingga pembuatan terowongan sebaiknya ditunda karena diyakini membawa hasil yang kurang baik.
Membuka Lahan Baru dan Menjalin Persahabatan
Bagi yang berencana memperluas area pertanian, dewasa pepedan justru menjadi hari yang sangat direkomendasikan untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, di sisi lain, pengrajin atau pekerja yang berencana membuat peralatan dari besi sebaiknya mengurungkan niatnya terlebih dahulu.
Ramalan lain yang tak kalah penting adalah dewasa sri bagia, yang diyakini sebagai waktu yang baik untuk memulai atau membina hubungan persahabatan. Ini menjadi momen tepat untuk bersilaturahmi atau mempererat relasi sosial di lingkungan sekitar.
Secara lebih rinci, Kalender Bali Digital juga merilis pararasan hari tersebut sebagai Aras Tuding, dengan pancasuda Sumur Sinaba. Adapun ekajalaresi menunjukkan simbol Langgeng Kayowanan, sementara pratiti berada pada posisi Jaramerana.