Pencarian

Buleleng Festival 2026 Tutup, Perputaran Ekonomi Diproyeksikan Tembus Rp3,6 Miliar dari 105 UMKM

Senin, 24 Agustus 2026 • 18:52:01 WIB
Buleleng Festival 2026 Tutup, Perputaran Ekonomi Diproyeksikan Tembus Rp3,6 Miliar dari 105 UMKM
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna menutup Buleleng Festival 2026 di Panggung Utama Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Minggu (23/8) malam.

BULELENG — Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna menutup Buleleng Festival 2026 yang digelar sejak sepekan terakhir. Penutupan berlangsung di Panggung Utama Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Minggu (23/8) malam.

Selama enam hari penyelenggaraan, festival ini berhasil membukukan transaksi lebih dari Rp3,091 miliar. Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah hingga menembus Rp3,6 miliar seiring selesainya seluruh agenda kegiatan.

105 UMKM Isi Tiga Zona Pameran

Sebanyak 105 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal ambil bagian dalam perhelatan tahunan ini. Mereka bergerak di sektor kriya, kuliner, olahan pangan, hingga fashion.

Para pelaku usaha tersebut menempati tiga zona pameran dan penjualan. Zona A diisi 48 tenan, Zona B sebanyak 38 tenan, dan Zona C menampung 19 tenan.

Minat pengunjung terhadap produk lokal terbilang tinggi. Tidak hanya warga setempat, produk UMKM Buleleng juga diminati wisatawan domestik maupun mancanegara yang hadir selama festival.

Ruang Pertemuan Tradisi dan Inovasi

Bupati Sutjidra menuturkan, dari sisi ekonomi, festival memberikan ruang luas bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk unggulan mereka. Ajang ini juga menjadi sarana memperluas jaringan pasar dan membuka peluang usaha baru.

“Selama enam hari ini masyarakat telah menyaksikan dan merasakan kekayaan seni, budaya, kuliner, dan kreativitas warga Buleleng yang memancarkan energi positif bagi pariwisata dan perekonomian daerah,” ujar Sutjidra dalam sambutannya.

Dari aspek kebudayaan, festival menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan inovasi. Pemerintah daerah berupaya memastikan kekayaan budaya Buleleng tetap lestari, namun tetap berkembang mengikuti kreativitas zaman.

Kegiatan ini dinilai pula mampu mendorong generasi muda lebih berani mengembangkan kreativitas dan potensi lokal.

Apresiasi untuk Panitia dan Aparat Keamanan

Dalam kesempatan tersebut, Sutjidra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan festival. Penghargaan diberikan kepada panitia, seniman, komunitas, pelaku usaha, serta aparat keamanan dari Polres Buleleng dan Kodim 1609/Buleleng.

“Terima kasih kepada seluruh pengunjung Buleleng Festival yang telah menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan lingkungan, sehingga Buleleng Festival tahun 2026 dapat berjalan nyaman, aman, tertib dan asri,” ucapnya.

Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh perangkat daerah, Kelian Desa Adat Buleleng, Prajuru Banjar Adat, sponsor, dan relawan yang turut menjaga kelancaran acara.

Semangat Uriping Rasa untuk Kehidupan Sehari-hari

Menutup sambutannya, Sutjidra mengajak masyarakat membawa semangat "Uriping Rasa" dalam kehidupan sehari-hari. Semangat itu diwujudkan melalui upaya menjaga budaya, membangun sikap saling menghargai, memperkuat gotong royong, serta mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen melanjutkan dukungan terhadap sektor kebudayaan dan ekonomi kreatif melalui berbagai program yang memberikan ruang dan manfaat bagi pelaku seni maupun UMKM.

“Semoga hasil dan semangat festival ini memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Buleleng,” tutup Bupati Sutjidra.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: updatebali.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks