Pencarian

Bulfest 2026 Resmi Dibuka di Singaraja, Tiga Maestro Tari Buleleng Terima Penghargaan dari Gubernur Koster

Rabu, 19 Agustus 2026 • 13:02:31 WIB
Bulfest 2026 Resmi Dibuka di Singaraja, Tiga Maestro Tari Buleleng Terima Penghargaan dari Gubernur Koster
Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan penghargaan kepada tiga maestro tari Buleleng saat pembukaan Bulfest 2026 di Singaraja, Selasa (18/8/2026).

BULELENG — Perhelatan Buleleng Festival (Bulfest) 2026 resmi dimulai di Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Singaraja. Pembukaan festival yang mengusung tema "Uriping Rasa" ini berlangsung meriah pada Selasa (18/8/2026), ditandai dengan momen pemberian apresiasi kepada para pelestari seni tari lokal.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster kepada tiga maestro tari Buleleng, yakni Ni Luh Sustiawati, Luh Herawati, dan Ni Luh Menek. Pemberian piagam ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Buleleng atas dedikasi mereka dalam menjaga serta memperkaya warisan budaya Bali Utara.

Gubernur Koster: Bulfest Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan

Dalam sambutannya, Koster menilai Bulfest 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi seni budaya. Menurutnya, festival ini juga berperan dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui etalase produk UMKM dan kuliner khas Buleleng yang dipamerkan selama acara berlangsung.

Di hadapan masyarakat Buleleng, Koster juga menyampaikan sejumlah kabar terkait pembangunan infrastruktur di Bali Utara. Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan proyek shortcut titik 9–10 hingga titik 12.

"Pembangunan shortcut titik 9–10 akan dilanjutkan hingga titik 12, bersamaan dengan pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang dan kawasan ekonomi di Gerokgak. Jika semua tuntas pada 2029, perjalanan Denpasar ke Buleleng nantinya bisa ditempuh dalam satu setengah jam saja," ujar Gubernur Koster, Selasa (18/8/2026).

Ia pun berpesan agar seluruh elemen masyarakat terus bersatu menjaga kondusivitas wilayah serta melestarikan seni budaya sebagai jiwa kehidupan Bali.

Makna Tema "Uriping Rasa" bagi Generasi Muda

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menjelaskan bahwa Bulfest yang berlangsung selama enam hari, sejak 18 hingga 23 Agustus 2026, dihadirkan untuk menghidupkan kembali ingatan, identitas, dan kebanggaan atas kebudayaan Buleleng. Ia menegaskan bahwa tradisi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

"Tema Uriping Rasa menegaskan bahwa tradisi tidak harus ditinggalkan ketika zaman berubah, melainkan harus mampu menemukan ruang baru agar tetap hidup, relevan, dan dicintai generasi muda," pungkas Bupati Sutjidra.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kabarbali.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks