Pencarian

Pegiat Kesejahteraan Hewan Kampanye di Tabanan, Dorong Gerai Kopi FC Pakai Telur Cage-Free

Jumat, 02 Oktober 2026 • 17:01:01 WIB
Pegiat Kesejahteraan Hewan Kampanye di Tabanan, Dorong Gerai Kopi FC Pakai Telur Cage-Free
Pegiat kesejahteraan hewan membagikan selebaran kepada warga di Lapangan Alit, Tabanan.

TABANAN — Animals Don't Speak Human menilai gerai FC belum transparan soal asal telur yang dipakai dalam rantai pasoknya. Lewat kegiatan di Lapangan Alit, para pegiat membagikan selebaran dan mengajak warga memindai kode QR berisi tautan petisi daring.

Kampanye berlanjut dengan sesi foto di depan store FC Tabanan. ADSH menyebut aksi itu sebagai bentuk kehadiran langsung agar perusahaan mendengar suara konsumennya sendiri.

Apa yang Dituntut ADSH ke Gerai FC Tabanan

ADSH mendorong FC menerbitkan komitmen publik bebas sangkar yang jelas, transparan, dan punya target waktu terukur. Transisi diminta berjalan bertahap, bukan sekadar wacana sustainability di materi promosi.

Bagi ADSH, cage-free bukan sekadar pilihan produksi. Kebijakan itu dinilai memberi ayam petelur kesempatan mengekspresikan perilaku alaminya.

"Kami ingin gerai ini tidak berhenti pada wacana sustainability, tetapi menunjukkan komitmen tersebut menjadi perubahan nyata dalam rantai pasoknya dengan segera menerbitkan komitmen publik dan peta jalan transisi menuju penggunaan telur cage-free secara bertahap," jelas Novia Kirana, Campaigner Animals Don't Speak Human.

Kritik soal Nilai Kepedulian Sosial di Balik Rantai Pasok

Kirana mempertanyakan konsistensi nilai yang diusung gerai FC. Menurutnya, kepedulian sosial yang diklaim perusahaan belum tercermin dalam kebijakan bisnisnya.

"Jika dengan bangga mengusung nilai kepedulian sosial, inovasi, dan kualitas terbaik bagi pelanggan. Jika kepedulian memang menjadi nilai utama, mengapa penerapan kesejahteraan hewan masih belum terlihat dalam kebijakan bisnisnya?" ujar Kirana.

Ia menambahkan bahwa sustainability tidak berhenti pada apa yang dikonsumsi. Ada kehidupan di balik proses produksi yang perlu diperhatikan.

"Sustainability bukan hanya tentang apa yang kita konsumsi, tetapi juga bagaimana produk itu dihasilkan dan kita perlu mulai peduli pada kehidupan yang ada di baliknya. Kami melihat gerai ini belum bersikap transparan terhadap sumber telur yang mereka pakai dalam rantai pasoknya," tambah Kirana.

Petisi Daring Tembus 19.000 Tanda Tangan

Dorongan ke FC diperkuat petisi daring di change.org. Petisi digagas koalisi Animal Friends Jogja (AFJ) dan Act for Farmed Animals (AFFA), dan telah ditandatangani lebih dari 19.000 orang.

Jumlah itu dibaca ADSH sebagai bukti publik makin peduli pada cara produk harian dihasilkan. Kampanye juga mengajak warga memahami asal-usul bahan pangan yang dikonsumsi sehari-hari.

ADSH berharap perusahaan memasukkan kesejahteraan hewan sebagai bagian dari praktik bisnis dan rantai pasok yang bertanggung jawab. Konsumen diminta tidak ragu bertanya soal asal bahan yang dipakai.

"Kita tidak harus menjadi konsumen yang sempurna untuk membuat perubahan. Kita bisa mulai dengan peduli, berani bertanya dan mempertimbangkan produk yang memperhatikan kesejahteraan hewan. Menjadi konsumen yang sadar bukan berarti harus menjadi konsumen yang sempurna, ini soal menyadari bahwa setiap pilihan kita punya konsekuensi," tutup Kirana.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kanalbali.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks