BALI — Penunjukan Coach Bombom diumumkan manajemen The FigHTers pada Selasa (18/8/2026). Ia dipercaya menggantikan posisi nakhoda setelah kompetisi IBL 2026 usai, dengan fokus utama mempersiapkan skuad menghadapi IBL All Indonesian 2026 yang dijadwalkan bergulir pada Oktober.
Ini bukan pengalaman pertama Coach Bombom menukangi Hangtuah. Pada IBL 2024, ia sempat dipercaya sebagai interim head coach setelah Coach Bedu diberhentikan di tengah musim, melanjutkan tongkat estafet setelah kepergian Andika Saputra.
Misi Baru: Menaikkan Jam Terbang Pemain Muda
Kembali ke Hangtuah dua tahun berselang, Coach Bombom membawa misi yang lebih besar. Ia ingin mengubah The FigHTers menjadi tim muda yang kompetitif di pentas IBL dengan memaksimalkan talenta yang sudah ada di dalam skuad.
"Hal baru yang saya tawarkan adalah menaikkan jam terbang pemain-pemain muda yang sudah ada di dalam tim ini. Kami juga akan merekrut sejumlah pemain muda berpengalaman untuk menjadi fondasi utama tim Hangtuah," ujar Yohanes Kristian.
Dampingi Pelatih Berpengalaman dan Kunjungan ke Perth Wildcats
Coach Bombom tidak bekerja sendirian. Ia didampingi dua asisten pelatih, yakni Moosa Permadi Hantijono yang berpengalaman menangani sejumlah klub basket profesional Indonesia, serta Hendrikus Andi Anggriyanto yang dikenal dekat dengan pembinaan pebasket usia muda.
Langkah pertama tim kepelatihan anyar ini adalah lawatan ke Australia pada akhir Agustus 2026. Rombongan yang terdiri dari Yohanes Kristian, Moosa, Hendrikus, dan Direktur Operasional Danzel Hartono akan menjalani program pelatihan intensif bersama Perth Wildcats, klub dengan koleksi 10 gelar juara National Basketball League (NBL).
Managing Director Hangtuah Basketball, Kurniawan Santoso, menyebut kunjungan ini sebagai bagian dari proses benchmarking. "Lawatan ke markas Perth Wildcats kali ini menjadi bagian dari proses benchmarking Hangtuah Basketball terhadap standar pengelolaan klub basket profesional di level elite, khususnya terkait metodologi latihan, sport science, player development, performance management, hingga operasional sehari-hari," katanya.
TC di Bandung Setelah Pulang dari Australia
Sepulang dari Australia, persiapan Hangtuah berlanjut dengan pemusatan latihan intensif di Bandung pada awal September. Para pemain, termasuk Amaluddin dan kawan-kawan, dijadwalkan berkumpul untuk menjalani TC sebagai fondasi menghadapi kompetisi mendatang.
Momentum kunjungan ke Perth dinilai tepat karena NBL Australia musim 2026-2027 akan segera bergulir pada pertengahan September. Hangtuah ingin mempelajari langsung proses persiapan klub profesional level elite untuk diadaptasi ke ekosistem basket Indonesia.