BALI — Guncangan gempa yang berpusat di darat, Kabupaten Simalungun, sempat membuat warga Sumatera Utara waspada. Namun, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bergerak cepat melakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh aset vitalnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan satu pun sarana operasional yang rusak atau terdampak. Pengecekan meliputi terminal BBM maupun LPG, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), dan jaringan distribusi.
"Pasca gempa bumi yang berpusat di Kabupaten Simalungun, kami terus melakukan monitoring terhadap seluruh sarana dan fasilitas operasional Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Hingga saat ini, tidak terdapat sarana dan fasilitas yang terdampak, baik terminal, SPBU, SPBE maupun jalur distribusi," kata Fahrougi dalam keterangan resminya, Minggu (16/8/2026).
Antisipasi Dini untuk Jaga Keandalan Pasokan
Langkah antisipasi ini bukan sekadar prosedur. Pengecekan menyeluruh dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan tetap terjaga dan keandalan distribusi energi tidak terganggu di tengah situasi darurat.
Fahrougi menegaskan bahwa operasional penyaluran energi kepada masyarakat tetap berjalan baik. Pertamina berkomitmen memastikan pasokan BBM dan LPG di Sumatera Utara tidak mengalami kekosongan.
"Kami memastikan operasional dan penyaluran energi kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik," ujarnya.
Koordinasi Intensif dengan Pihak Terkait
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut tidak bekerja sendiri. Tim di lapangan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memantau perkembangan situasi pascagempa.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan, sekaligus memastikan jika terjadi gempa susulan, respons terhadap gangguan distribusi bisa dilakukan secara cepat dan optimal. Masyarakat diimbau tetap tenang, namun waspada, karena pasokan energi dipastikan aman dan berjalan normal.