BALI — Gita Bahana Nusantara kembali membuka panggung bagi talenta muda Indonesia. Untuk perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Kementerian Kebudayaan menetapkan 183 peserta yang terdiri dari 120 penyanyi paduan suara dan 63 musisi orkestra. Mereka berasal dari 30 provinsi dan terpilih melalui proses audisi yang melibatkan juri daerah serta pusat.
Para peserta akan menjalani pembinaan intensif sebelum tampil pada rangkaian acara kenegaraan di Istana Merdeka. Program ini merupakan kelanjutan dari gagasan yang dirintis sejak 2002, ketika kelompok tersebut masih bernama Gita Nuansa Nusantara di bawah Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.
Gagasan Megawati yang Menjadi Tradisi Tahunan
Gita Bahana Nusantara resmi dibentuk pada 2003. Ide pembentukannya berasal dari Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang menginginkan adanya paduan suara dan orkestra nasional yang melibatkan generasi muda dari berbagai daerah. Sejak saat itu, GBN konsisten hadir dalam perayaan kemerdekaan setiap tahunnya.
Seleksi peserta dilakukan secara terbuka dan objektif setiap tahun. Perpaduan juri dari daerah dan pusat menjadi mekanisme untuk memastikan kualitas serta pemerataan kesempatan bagi talenta di seluruh Indonesia.
"Indonesia Melalui Suara" dan Misi Kebudayaan ke Luar Negeri
Direktur Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Syukur Asih Suprodjo, menegaskan bahwa GBN memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar pertunjukan musik.
"GBN merupakan wujud nyata representasi persatuan dan kesatuan bahasa. Bisa dikatakan GBN adalah Indonesia melalui suara," ujar Syukur Asih Suprodjo, dikutip dari Antara, Senin (17/8/2026).
Kiprah GBN tidak hanya berhenti di panggung nasional. Pada 2004, orkestra dan paduan suara ini pernah mewakili Indonesia dalam Festival Kesenian Asia ke-6 di Changchun, China. Pengalaman internasional tersebut menjadi bukti bahwa kelompok ini juga berperan dalam misi kebudayaan Indonesia di forum global.
Keberagaman yang Diharmoniskan Lewat Musik
Kementerian Kebudayaan memosisikan GBN sebagai salah satu instrumen strategis untuk memperkuat peran seni dan budaya sebagai perekat bangsa. Program ini mempertemukan generasi muda dari latar belakang wilayah yang berbeda untuk belajar, berkolaborasi, dan membangun persaudaraan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Melalui latihan bersama dan pementasan, para peserta tidak hanya mengasah kemampuan musikal, tetapi juga memahami cara bekerja dalam tim yang heterogen. Pada akhirnya, GBN menunjukkan bahwa perbedaan suku, bahasa, dan asal daerah dapat dirangkai menjadi harmoni yang memperkenalkan kekayaan budaya Tanah Air kepada masyarakat luas.