DENPASAR — Gubernur Bali Wayan Koster memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Kualitas Pelayanan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (15/8/2026). Rakor ini merupakan evaluasi lanjutan dari dua pertemuan sebelumnya pada Agustus dan Desember 2025 yang bertujuan memastikan kualitas pelayanan di terminal kedatangan internasional terus meningkat.
Hadir dalam rakor tersebut General Manager Angkasa Pura, Kepala Kantor Imigrasi, Kepala Otoritas Bandara, Kepala Bea Cukai, serta unsur penyelenggara pelayanan lainnya.
Waktu Tunggu Bagasi Turun Drastis dari 1,5 Jam
Perbaikan paling signifikan terjadi pada waktu tunggu bagasi. Pada rakor pertama Agustus 2025, Gubernur Koster menerima keluhan langsung dari penumpang terkait waktu tunggu yang mencapai lebih dari satu jam. Ia kemudian meminta waktu tunggu ditekan dari sekitar 1,5 jam menjadi 30–45 menit.
Kini, berdasarkan laporan seluruh instansi, waktu tunggu bagasi untuk pesawat berukuran sedang dan kecil berada di kisaran 13–30 menit. Sementara untuk pesawat berukuran besar dengan jumlah penumpang lebih banyak, waktu tunggu berada di kisaran 18–40 menit.
Pelayanan keimigrasian juga semakin cepat dengan pemanfaatan autogate dan paspor elektronik. Namun, masih terdapat sejumlah negara yang mayoritas penumpangnya menggunakan paspor biasa sehingga proses pemeriksaan tetap membutuhkan waktu lebih lama.
Fasilitas Terminal Kedatangan Ikut Dirombak
Selain waktu tunggu bagasi, sejumlah fasilitas di terminal kedatangan juga telah diperbaiki. Program penggantian toilet yang sudah tua, pengadaan furnitur baru, hingga penambahan petugas pelayanan terus dilakukan. Gubernur Koster sebelumnya juga meminta penggantian ban berjalan yang sudah tua dan penyediaan kursi bagi penumpang yang menunggu bagasi di area Bea Cukai.
“Pelayanan harus berkualitas dan berdaya saing mengingat Bali merupakan destinasi wisata utama dunia, sekaligus etalase utama Indonesia di dunia,” ujar Koster saat rakor, Sabtu (15/8/2026).
Pintu Masuk 7 Juta Wisatawan Mancanegara
Bandara Ngurah Rai memiliki posisi strategis sebagai pintu utama kedatangan wisatawan ke Bali. Sepanjang 2025, bandara ini melayani kedatangan sekitar 7,05 juta wisatawan mancanegara atau 45,8 persen dari total 15,39 juta kunjungan wisman ke Indonesia. Lebih dari 9 juta wisatawan domestik juga tercatat menggunakan bandara tersebut pada periode yang sama.
Koster menilai kualitas pelayanan bandara tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan penumpang, tetapi juga menentukan citra Bali dan Indonesia di mata wisatawan internasional. Ia memastikan koordinasi lintas instansi akan terus dilakukan secara rutin untuk menjaga sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bandara sebagai pintu gerbang utama Bali dan Indonesia.