BALI — Skema insentif ini mengemuka setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis (13/8). Dalam kesempatan itu, Prabowo secara resmi mengumumkan pemberian insentif besar bagi perusahaan yang mampu memproduksi satu juta unit motor listrik di dalam negeri.
Anggaran Siap, Skema Tinggal Dimatangkan
“Skemanya sedang dimatangkan, tapi kan tadi Pak Presiden sudah menyetujui. Anggarannya sebetulnya sudah ada,” ujar Airlangga di Jakarta, Jumat, usai Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027.
Airlangga menegaskan insentif ini tidak berdiri sendiri, melainkan dirancang selaras dengan ekosistem motor listrik yang tengah dibangun. Ia menyebut evaluasi akan dimulai dari sektor baterai sebagai komponen paling krusial.
Alva dan Gesits Jadi Andalan Produk Nasional
“Untuk produknya, salah satunya Alva, salah duanya Gesits,” kata Airlangga merinci dua merek yang diproyeksikan menjadi tulang punggung program elektrifikasi roda dua nasional.
Kedua pabrikan tersebut dinilai memiliki kapasitas produksi lokal yang mumpuni untuk memenuhi target satu juta unit yang dicanangkan pemerintah.
Tiga Target Utama Program Insentif Motor Listrik
Presiden Prabowo menyebut kebijakan ini punya tiga sasaran strategis. Pertama, menekan biaya kepemilikan kendaraan bagi masyarakat. Kedua, mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM). Ketiga, memperbesar skala industri motor listrik nasional beserta rantai pasoknya.
“Hari ini kita umumkan, kita akan berikan insentif yang cukup besar untuk mereka yang bisa membangun satu juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia,” tegas Prabowo dalam pidatonya di Jakarta, Jumat.
Rantai Pasok Baterai Jadi Modal Utama
Pemerintah menilai Indonesia memiliki hampir seluruh unsur yang dibutuhkan dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik. Mulai dari bahan baku mineral, hingga potensi pengembangan komponen, perangkat lunak, dan layanan purnajual.
Dalam peresmian pabrik ALVA di Cikarang, Prabowo secara khusus mengapresiasi keberanian pelaku usaha swasta yang bersedia mengambil risiko memproduksi motor listrik nasional. Hal ini dinilai penting di tengah gempuran kompetisi dari merek China, Jepang, dan Korea Selatan.
Belum ada rincian teknis mengenai besaran potongan harga per unit maupun mekanisme penyaluran insentif. Kepastian skema final ditunggu pelaku industri, terutama terkait syarat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan siapa saja pabrikan yang berhak mengikuti program.