BALI — Semangat diet sering menggebu di awal, lalu luntur dan berhenti tanpa arah. Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK membagikan cara menjaga motivasi lewat target realistis dan checklist harian yang bisa ibu coba mulai besok pagi.
Banyak orang memulai diet dengan antusiasme tinggi, tetapi kehilangan momentum setelah beberapa minggu karena tidak tahu apa yang sebenarnya ingin dicapai. Tanpa tujuan yang terukur, tubuh dan pikiran kehilangan kompas.
dr Igus Ulfa Yaze, SpGK menekankan bahwa target yang jelas menjadi pembeda antara diet yang bertahan dan yang berhenti di tengah jalan. Sistem pemantauan harian sederhana membuat progres terlihat, sekalipun kecil.
Mengapa Target Jelas Bikin Diet Bertahan
Dalam siaran langsung TikTok detikHealth, Kamis (24/9/2026), dr Yaze menjelaskan bahwa ketiadaan target membuat seseorang merasa hampa. Rasa hampa inilah yang perlahan mengikis semangat menjalani pola makan sehat.
"Biar semangat kamu harus punya target. Karena kalau gak punya target, gak punya tujuan, kadang kita merasa hampa. Terjadi malah gak semangat buat ngerjain apapun," ujar dr Yaze.
Sebaliknya, target yang tertanam di kepala membuat seseorang bangun dengan niat jelas. Ia langsung tahu langkah apa yang harus dikerjakan hari itu, tanpa perlu mencari-cari alasan untuk memulai.
Contoh Target Realistis: Turun 5 Kg dalam Sebulan
dr Yaze memberi gambaran konkret. Mematok penurunan berat badan 5 kg dalam satu bulan adalah target yang masuk akal, asalkan dipecah menjadi langkah kecil harian.
Langkah kecil itu dituangkan dalam daftar centang atau checklist. Isinya sederhana: bangun pagi, lari pagi, olahraga, atau memastikan asupan serat cukup setiap hari.
"Checklist-nya misalnya bangun pagi, lari pagi, olahraga, atau misalnya makan serat. Jadi checklist itu tiap hari," terangnya.
Kekuatan Mencentang di Malam Hari
Mencentang setiap aktivitas sehat yang berhasil dilakukan sebelum tidur memberi kepuasan emosional tersendiri. Efeknya bukan sekadar psikologis, tetapi mendorong konsistensi jangka panjang.
Kepuasan kecil inilah yang membuat seseorang lebih bersemangat menyusun checklist baru untuk hari berikutnya. Siklus positif terbentuk tanpa perlu memaksa diri.
Pantau Komposisi Tubuh, Bukan Cuma Angka Timbangan
Evaluasi mingguan sebaiknya tidak berpatokan pada timbangan biasa. dr Yaze menyarankan pengukuran komposisi tubuh untuk melihat perkembangan massa otot dan persentase lemak secara lebih akurat.
Melihat otot bertambah dan lemak berkurang jauh lebih memotivasi ketimbang pusing memikirkan angka berat badan total yang kadang tidak bergerak.
"Kalau bisa juga itu timbang dengan komposisi tubuhnya. Jadi misalnya minggu ini komposisi tubuhnya udah mulai membaik, misalnya ototnya meningkat nih 0,2 kg, si lemaknya ternyata sudah mulai terbakar 0,5 kg," jelas dr Yaze.
"Yang gitu-gitu biasanya bikin happy. Jadi bikin checklist apa yang mau kamu lakukan hari ini dan besok," pungkasnya.
Kapan Perlu Konsultasi ke Ahli Gizi
Jika berat badan tidak bergerak setelah 4-6 minggu menjalani pola makan dan olahraga teratur, ada baiknya berkonsultasi dengan ahli gizi. Kondisi medis tertentu seperti hipotiroid atau resistensi insulin bisa memengaruhi hasil diet.
Ibu yang sedang menyusui, memiliki riwayat diabetes, atau sedang mengonsumsi obat tertentu juga sebaiknya tidak memulai program diet ketat tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
Diet bukan soal disiplin mati-matian, melainkan soal arah yang jelas dan langkah kecil yang konsisten. Mulai dari satu target realistis dan satu checklist harian, progres akan terasa lebih ringan dijalani.