DENPASAR — Pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Bali dihadiri sejumlah elite partai, di antaranya Sekretaris Jenderal Muhammad Sarmuji, Wakil Ketua Umum Maman Abdurahman, Mukhtarudin, Dyah Roro Esti Widya Putri, Christina Aryani, dan Putri Komarudin. Bahlil meminta jajaran Golkar Bali dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi bergerak bersama membesarkan partai.
Ia secara khusus mendorong peningkatan perolehan kursi di DPRD Bali, DPRD kabupaten/kota, dan DPR RI. "Saya meminta kepada pengurus Golkar Provinsi Bali agar menaikkan kursi di DPR Provinsi, DPR kabupaten/kota, dan juga kalau bisa di DPR RI," kata Bahlil.
Perolehan Kursi Golkar Bali Turun pada Pemilu 2024
Target tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi kepengurusan baru. Pada Pemilu 2024, Golkar hanya memperoleh satu kursi DPR RI dari daerah pemilihan Bali, turun dari dua kursi pada Pemilu 2019.
Di DPRD Provinsi Bali, Golkar meraih tujuh kursi pada Pemilu 2024, berkurang satu kursi dibandingkan Pemilu 2019 yang memperoleh delapan kursi. Sementara di DPRD kabupaten/kota, Golkar memperoleh 11 kursi di Badung dan Buleleng, tujuh kursi di Denpasar dan Karangasem, enam kursi di Jembrana, lima kursi masing-masing di Bangli dan Gianyar, empat kursi di Tabanan, serta tiga kursi di Klungkung.
Empat Aspek yang Disiapkan Demer Menuju Pemilu 2029
Ketua DPD Partai Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih mengatakan pihaknya bersama jajaran pengurus memperkuat empat aspek utama: sumber daya manusia (SDM), jaringan, manajemen, dan logistik. Menurutnya, penyiapan SDM dan jaringan sudah mulai berjalan.
"Kita sudah merancang semuanya di Bali mengikuti arahan-arahan DPP. Dalam menyukseskan partai tentu ada beberapa yang harus dipenuhi. Pertama ada orang, kemudian ada jaringan. Kami sudah mulai siap dengan orang dan jaringan," kata Demer.
Dari sisi manajemen, Golkar Bali akan memperkuat digitalisasi mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan hingga pengawasan. Sistem digital itu juga akan dimanfaatkan untuk mendukung kajian dan pengambilan keputusan organisasi, termasuk memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pengembangan manajemen partai.
"Manajemen juga kami akan perbaiki berbasis digital. Termasuk perencanaannya, pengorganisasiannya, action-nya, termasuk controlling-nya juga. Kami akan coba melalui sistem digital yang mau tidak mau kita akan mempergunakan," ujarnya.
Logistik Jadi Catatan, Demer Minta Dukungan DPP
Selain SDM, jaringan, dan manajemen, Demer menilai logistik menjadi faktor penting dalam menjalankan roda organisasi. Ia menyebut aspek itu perlu dibantu DPP.
"Orang siap, jaringan siap, manajemen siap. Nah, ini tentang logistik perlu dipikirkan bersama. Perlu dibantu oleh DPP," paparnya.
Demer juga mengajak seluruh kader, termasuk generasi muda dan Gen Z, aktif berorganisasi serta berkontribusi membesarkan Partai Golkar. Menurutnya, kerja keras dan pengabdian di dalam partai menjadi bagian penting dalam membangun masa depan organisasi.
"Selama kita mau bekerja keras, selama kita mau mengabdi, berkarya, berbakti di partai ini, saya yakin kita mempunyai masa depan," tutupnya.
Bahlil dalam arahannya juga mengingatkan jajaran Golkar Bali agar menjadikan partai sebagai wadah perjuangan dan pengabdian kepada masyarakat. "Jadikanlah partai ini sebagai instrumen perjuangan, pengabdian kita kepada Ibu Pertiwi untuk memperjuangkan hak-hak rakyat dalam rangka mencerdaskan rakyat Indonesia, khususnya di Provinsi Bali," ujarnya.