Pencarian

Desa Adat di Klungkung Didorong Jadi Ujung Tombak Promosi Wisata, Surya Metu Festival Bukti Sinergi

Senin, 10 Agustus 2026 • 19:48:31 WIB
Desa Adat di Klungkung Didorong Jadi Ujung Tombak Promosi Wisata, Surya Metu Festival Bukti Sinergi
Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, I Gusti Agung Putra Mahajaya, menyampaikan dukungannya terhadap peran desa adat dalam promosi wisata daerah.

KLUNGKUNG — Pemerintah Kabupaten Klungkung tidak bisa bekerja sendiri dalam mempromosikan seluruh potensi wisata yang tersebar di wilayahnya, terutama di kawasan kepulauan Nusa Penida. Karena itu, peran aktif desa adat dan desa dinas dalam menggelar kegiatan berbasis budaya menjadi bagian penting dari strategi pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, I Gusti Agung Putra Mahajaya, menegaskan bahwa kegiatan yang digagas desa adat sangat membantu pemda dalam memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada wisatawan. Menurutnya, festival budaya memiliki nilai strategis karena tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga mengangkat potensi seni, tradisi, lingkungan, produk UMKM, serta kreativitas masyarakat.

“Pemkab sangat terbantu dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan desa adat maupun desa. Ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempromosikan pariwisata Kabupaten Klungkung,” ujar Putra Mahajaya, Senin (10/8).

Surya Metu Festival: Konservasi Laut dan Seni Tradisi

Salah satu kegiatan yang sejalan dengan upaya tersebut adalah Surya Metu Festival Vol. III Tahun 2026 yang digelar Desa Adat Dalem Setra Batununggul, Kecamatan Nusa Penida. Festival yang mengusung tema “Segara Raksha” ini berlangsung selama empat hari, 6-9 Agustus 2026, di kawasan pesisir Pantai Tanjung Kerambitan.

Tema “Segara Raksha” yang bermakna perlindungan laut untuk kesucian bukan sekadar jargon. Berbagai kegiatan konservasi nyata dilakukan, seperti penanaman terumbu karang dan pelepasan tukik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata di Nusa Penida tidak dapat dilepaskan dari upaya menjaga lingkungan laut sebagai kekuatan utama destinasi wisata kepulauan tersebut.

Ruang Kreativitas Seniman dan Dampak Ekonomi Lokal

Selain konservasi, festival ini juga diramaikan lomba baleganjur ngarap se-Bali, lomba gebogan, serta lomba tapel ogoh-ogoh. Ajang ini sekaligus memberikan ruang kepada seniman dan generasi muda untuk menunjukkan kreativitasnya di hadapan wisatawan.

Pameran UMKM lokal turut memeriahkan acara. Kehadiran pelaku usaha lokal diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat, terutama dengan memperkenalkan berbagai produk lokal kepada masyarakat luas maupun wisatawan yang berkunjung ke Nusa Penida.

Dengan keterlibatan aktif desa adat, wisatawan yang datang tidak hanya mendapatkan pengalaman menikmati keindahan alam, tetapi juga dapat mengenal kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat secara langsung. Sinergi semacam ini menjadi kunci penguatan identitas daerah sekaligus daya tarik wisata Klungkung ke depan.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: wartabalionline.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks