Harga emas batangan Antam turun tipis Rp1.000 menjadi Rp2.627.000 per gram dari sebelumnya Rp2.628.000 per gram. Penurunan itu turut menyeret harga buyback ke level Rp2.462.000 per gram. Antam menegaskan harga emas sewaktu-waktu bisa berubah mengikuti pergerakan pasar.
DENPASAR — Harga emas batangan Antam tercatat turun tipis Rp1.000 menjadi Rp2.627.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp2.628.000 per gram. Harga beli kembali (buyback) juga ikut turun ke Rp2.462.000 per gram. Pantauan harga itu mengacu pada laman resmi Logam Mulia.
Antam mengingatkan harga emas batangan bisa berubah sewaktu-waktu. Masyarakat yang hendak bertransaksi disarankan mengecek pembaruan harga sebelum membeli atau menjual emas.
Simulasi Harga Emas Antam Berbagai Ukuran
Selain ukuran 1 gram, Antam menetapkan harga dasar untuk sejumlah pecahan lain. Emas 0,5 gram dibanderol Rp1.363.500, sementara pecahan 2 gram dipatok Rp5.194.000. Berikut daftar lengkapnya:
- Emas 0,5 gram: Rp1.363.500
- Emas 1 gram: Rp2.627.000
- Emas 2 gram: Rp5.194.000
- Emas 3 gram: Rp7.766.000
- Emas 5 gram: Rp12.910.000
- Emas 10 gram: Rp25.765.000
- Emas 25 gram: Rp64.287.000
- Emas 50 gram: Rp128.495.000
- Emas 100 gram: Rp256.912.000
- Emas 250 gram: Rp642.015.000
- Emas 500 gram: Rp1.283.820.000
- Emas 1.000 gram: Rp2.567.600.000
Pajak yang Menempel pada Transaksi Buyback
Setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10.000.000 dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. PPh Pasal 22 itu dipotong langsung dari total nilai transaksi saat buyback dilaksanakan.
Untuk pembelian emas, Antam mengenakan PPh 0,25 persen dari harga dasar yang tertera di laman resmi. Besaran pajak ini menjadi pertimbangan tersendiri bagi warga yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi.
Mengapa Harga Emas Bisa Bergerak Harian
Harga emas Antam umumnya mengikuti pergerakan harga logam mulia global dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Karena itu, fluktuasi harian menjadi hal biasa, termasuk penurunan tipis seperti yang terjadi pada pembukaan perdagangan kali ini.
Bagi pembeli di Bali dan daerah lain, selisih harga jual dan buyback menjadi faktor penting saat menghitung potensi keuntungan. Semakin besar selisihnya, semakin lama waktu yang dibutuhkan agar investasi emas balik modal.