Pencarian

1000 Penari dari 14 Negara Siap Ramaikan Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific Salsa Summit 2026 di Badung

Jumat, 31 Juli 2026 • 19:08:01 WIB
1000 Penari dari 14 Negara Siap Ramaikan Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific Salsa Summit 2026 di Badung
Ratusan penari dari 14 negara diproyeksikan mengikuti Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific Salsa Summit 2026 di Badung, Bali, pada 30 Juli hingga 3 Agustus 2026.

BADUNG — Indonesia resmi masuk peta penyelenggara kompetisi dansa latin berstandar internasional. Hal ini ditandai dengan digelarnya Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific Salsa Summit 2026 yang akan berlangsung di Sheraton Bali Kuta Resort, Kabupaten Badung, pada 30 Juli hingga 3 Agustus 2026.

Festival ini tidak sekadar ajang unjuk kebolehan menari. Acara yang mengusung tema 'Where Latin Passion Meets the Spirit of Indonesia' ini dirancang sebagai platform yang mempertemukan seni, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif dalam satu panggung global.

Indonesia Tuan Rumah Pertama di Asia Pasifik

Yang membedakan ajang tahun ini adalah pengakuan resmi dari The Summit Championship, New York, Amerika Serikat. Indonesia menjadi negara pertama di kawasan Asia Pasifik yang dipercaya menyelenggarakan Asia-Pacific Summit International Competition.

"Kami bangga memberikan lisensi resmi kepada Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific Salsa Summit, sebagai penyelenggara pertama The Summit Championship di Indonesia, sekaligus yang pertama di kawasan Asia Pasifik," ujar Billy Fajardo selaku Co-Founder & Co-Owner The Summit Championship New York.

Menurut Billy, Indonesia memiliki seluruh elemen yang dibutuhkan untuk menjadi salah satu pusat latin dance internasional. Kemitraan ini diharapkan menjadi awal dari komitmen jangka panjang untuk mengembangkan talenta dan memperkuat komunitas latin dance di kawasan.

Target 1.000 Peserta, 70 Persen dari Mancanegara

Executive Producer Tiara Josodirjo menyebut festival ini menargetkan partisipasi 300 hingga 500 peserta. Namun berdasarkan proyeksi terbaru, jumlahnya bisa menembus 1.000 orang dengan sekitar 70 persen berasal dari luar negeri.

Peserta diproyeksikan datang dari Australia, Jepang, Korea Selatan, China, Hong Kong, Taiwan, Singapura, Thailand, Malaysia, Vietnam, Filipina, India, dan Selandia Baru. Selama lima hari, mereka akan mengikuti kompetisi internasional, workshop, pertunjukan, social dancing, serta forum kolaborasi antara penari, instruktur, juri, DJ, seniman, dan komunitas latin dance dari berbagai negara.

Salsa dengan Sentuhan Budaya Indonesia

Tiara menegaskan bahwa Indonesia tidak kalah bersaing di kancah perdansaan internasional. Kolaborasi salsa yang berkembang di dalam negeri kerap menambahkan kostum berciri khas Indonesia, bahkan terdapat gerakan tari-tarian asli Indonesia yang membuat salsa tidak monoton.

"Kami berharap ingin mengharumkan nama Indonesia melalui ruang/tarian dansa. Kita buat kompetisinya untuk ajang para atlet, ada workshop tentang dansa, ke depan dalam Summit di Amerika Serikat, bendera kita bisa berkibar," kata Tiara dalam jumpa pers.

Ia menambahkan, komunitas salsa di Indonesia diharapkan mampu tumbuh semakin kreatif, sehingga membuat individu menjadi sehat bugar, bahagia, bahkan tidak terfokus kepada gadget. Festival ini diinisiasi oleh Zigzag Indonesia bersama Tiara Josodirdjo & Associates (TJA) dengan dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif RI.

Ruang Pertukaran Budaya Antarnegara

Artistic Director Reyno Tommy menegaskan bahwa festival ini menjadi momentum pengembangan seni tarian salsa di Indonesia. Pengakuan dari The Summit Championship menempatkan Indonesia dalam peta penyelenggara kompetisi latin dance berstandar internasional.

"Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat komunitas Latin dance di kawasan Asia Pasifik. Melalui festival ini, kami ingin memperkenalkan Indonesia sebagai destinasi yang tidak hanya kaya akan budaya dan talenta kreatif, tetapi juga mampu menyelenggarakan event dansa berstandar internasional," terangnya.

Billy Fajardo menambahkan, ajang ini menjadi ruang pertukaran budaya yang memperkuat hubungan antarbangsa melalui bahasa universal berupa musik dan gerakan. "Kami percaya Indonesia memiliki seluruh elemen yang dibutuhkan untuk menjadi salah satu pusat Latin dance internasional, dan kami optimistis festival ini akan terus bertumbuh menjadi agenda bergengsi yang memperkuat posisi Indonesia di peta latin dance dunia," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: pilarbalinews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks