Pencarian

Prancis Kalahkan Paraguay 1-0 di Philadelphia, Laga Diwarnai Aksi Keras dan Kontroversi Wasit

Senin, 06 Juli 2026 • 06:07:31 WIB
Prancis Kalahkan Paraguay 1-0 di Philadelphia, Laga Diwarnai Aksi Keras dan Kontroversi Wasit
Mbappé cetak gol penalti, Prancis kalahkan Paraguay 1-0 di Philadelphia.

BALI — Pertandingan yang dijuluki "Battle of Philadelphia" itu berlangsung di Stadion Lincoln Financial Field, Philadelphia, pada babak 16 besar turnamen. Sejak menit awal, Paraguay menunjukkan pendekatan agresif dengan serangkaian tekel keras yang nyaris tak mendapat sanksi berarti dari wasit asal Uzbekistan, Ilgiz Tantashev.

Paraguay Main Keras, Wasit Tak Berkutik

Andrés Cubas meluncur ke arah Adrien Rabiot dengan tekel berbahaya. Juan José Cáceres juga berkali-kali menggores kaki Kylian Mbappé. Namun, tak satu pun pemain Paraguay menerima kartu kuning sepanjang pertandingan. Tiga pemain Prancis justru harus masuk buku wasit.

"Melihat pertandingan dari perspektif kamera wasit pasti seperti pengalaman psikedelik yang intens," tulis laporan Guardian. Wasit Tantashev dinilai terlalu longgar, bahkan dalam momen penalti sekalipun.

Penalti Kontroversial dan Aksi Mbappé yang Dingin

Gol penentu baru datang setelah wasit dipanggil ke monitor VAR. Diego Gómez, pemain Brighton yang membela Paraguay, secara jelas menjatuhkan Désiré Doué di kotak terlarang. Namun, Tantashev tampak memberikan penalti dengan enggan.

Sebelum eksekusi, kekacauan terjadi. Bek Paraguay, Gustavo Velázquez, dengan sengaja mengorek titik penalti tanpa mendapat hukuman. Kiper Paraguay, Orlando Gill, juga mencoba mengintimidasi Mbappé dengan adu mulut. Mbappé tetap tenang, menempatkan bola ke gawang, lalu melepas senyum sinis usai gol.

Mbappé Balas dengan Gaya, Kiper Paraguay Ngamuk

Setelah peluit panjang, Mbappé menolak berjabat tangan dengan Gill. Reaksi kiper Paraguay itu langsung meledak: ia melempar bola ke arah Mbappé, mengingatkan pada insiden Ray Wilkins di Piala Dunia 1986. "Karena dia tidak memperhatikan saya, saya kehilangan kendali," keluh Gill.

Mbappé justru menikmati kemenangan itu. "Mereka pikir kami akan datang dengan setelan jas untuk bermain, tapi kami juga tahu cara bermain kotor," ujarnya. "Kami menang dan kami lebih baik dari mereka."

Dampak ke Turnamen dan Nasib Wasit

Kemenangan ini membawa Prancis melaju ke perempat final Geopolitics World Cup. Namun, performa wasit Tantashev menjadi sorotan tajam. Banyak pihak menilai partisipasinya di turnamen ini sudah berakhir setelah laga yang kacau tersebut.

Meski bukan "pertandingan paling memalukan dalam sejarah" seperti yang pernah disebut komentator David Coleman untuk laga Chile vs Italia 1962, apa yang terjadi di Philadelphia tetap menjadi noda bagi turnamen. "Sepak bola kotor masih layak dihukum setidaknya dengan kartu kuning," tulis analis.

Bagikan
Sumber: theguardian.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks