MUNGGU — Komunitas Seni Grahasta Bawera, Banjar Pengayehan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, resmi ditunjuk sebagai Duta Kabupaten Badung pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII yang akan digelar pada tahun 2026. Penunjukan ini menjadi pengakuan atas konsistensi mereka dalam merevitalisasi kesenian klasik Bale Sikap, sebuah tarian yang mengangkat sejarah keprajuritan di wilayah Munggu.
Mengapa Bale Sikap Dipilih sebagai Tarian Duta?
Bale Sikap bukan sekadar tarian biasa. Kesenian ini merupakan warisan budaya yang menggambarkan kegagahan dan strategi prajurit Munggu pada masa lampau. Komunitas Grahasta Bawera memilih merevitalisasi Bale Sikap karena nilai historisnya yang mulai tergerus zaman.
"Kami ingin menghidupkan kembali memori kolektif masyarakat tentang identitas keprajuritan Munggu. Bale Sikap adalah medium yang tepat untuk itu," ujar salah satu pengurus komunitas, yang enggan disebutkan namanya.
Proses Revitalisasi: Dari Lontar ke Panggung PKB
Proses revitalisasi tidak dilakukan secara instan. Komunitas Grahasta Bawera melakukan riset mendalam, termasuk mengkaji lontar-lontar kuno dan berdialog dengan para tetua adat di Desa Munggu. Gerakan, kostum, dan iringan gamelan dikembalikan pada pakem aslinya, namun tetap diberi sentuhan kekinian agar relevan bagi generasi muda.
Latihan intensif telah dimulai sejak beberapa bulan lalu. Para penari, yang sebagian besar adalah pemuda lokal, berlatih setiap sore di wantilan desa. Mereka tidak hanya belajar gerak tari, tetapi juga memahami filosofi di balik setiap sikap dan hentakan kaki.
Target di Panggung PKB 2026
Sebagai duta kabupaten, Grahasta Bawera menargetkan penampilan yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga mampu mengedukasi penonton tentang sejarah lokal Munggu. Mereka berharap PKB menjadi panggung untuk memperkenalkan Bale Sikap ke kancah yang lebih luas, bahkan ke tingkat nasional.
PKB XLVIII sendiri merupakan agenda tahunan pemerintah Provinsi Bali yang menjadi ajang unjuk kebolehan seni dan budaya dari seluruh kabupaten/kota. Keikutsertaan Badung melalui Bale Sikap diharapkan memperkaya keragaman tarian klasik Bali yang kerap didominasi oleh Tari Legong atau Barong.
Dukungan Pemerintah dan Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Badung memberikan dukungan penuh terhadap langkah revitalisasi ini. Selain pendanaan, Pemkab juga memfasilitasi ruang gladi bersih dan dokumentasi. Masyarakat Banjar Pengayehan pun antusias, terlihat dari partisipasi mereka dalam menyiapkan properti dan kostum tari.
Dengan persiapan yang matang, Grahasta Bawera optimistis penampilan Bale Sikap di PKB 2026 akan menjadi salah satu pertunjukan yang paling dinantikan. Jejak prajurit Munggu, yang nyaris senyap, kini kembali menggema.