KLUNGKUNG — Ketua DPRD Klungkung, I Nyoman Gung Anom, mendorong Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk menambah frekuensi pelayaran KMP Nusa Jaya Abadi dari Pelabuhan Padangbai ke Nusa Penida. Langkah ini dinilai strategis untuk menekan biaya distribusi yang selama ini menjadi biang keladi mahalnya harga sembako di kawasan kepulauan.
Gung Anom menyebut, kapal milik daerah itu belum beroperasi secara maksimal. Ia menilai, jika jadwal penyeberangan ditambah, arus barang dari daratan Bali ke Nusa Penida bisa lebih lancar dan ongkos angkut pun turun.
Biaya Logistik Jadi Biang Mahalnya Harga
Selama ini, hampir seluruh kebutuhan pokok warga Nusa Penida didatangkan dari Pelabuhan Padangbai di daratan Klungkung. Tingginya biaya sewa kapal komersial disebut-sebut menjadi penyebab utama harga barang di Nusa Penida bisa 20 hingga 30 persen lebih mahal.
KMP Nusa Jaya Abadi adalah satu-satunya kapal milik pemda yang melayani rute tersebut. Dengan tarif yang lebih terjangkau, kapal ini diharapkan bisa menjadi alat intervensi pasar bagi Pemkab Klungkung.
Kapal Daerah Bisa Jadi Alat Intervensi Pasar
"Kami berharap KMP Nusa Jaya Abadi yang merupakan kapal milik Pemerintah Kabupaten Klungkung dapat dioptimalkan dalam menekan harga kebutuhan pokok pada utamanya," ujar Gung Anom dalam keterangannya, baru-baru ini.
Menurutnya, penambahan jadwal tidak hanya akan mempercepat distribusi barang, tetapi juga memberi efek psikologis bagi pedagang dan distributor di Nusa Penida. Mereka tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kapal-kapal swasta yang tarifnya lebih tinggi.
Bagaimana Dampaknya bagi Warga Nusa Penida?
Jika kebijakan ini direalisasikan, warga Nusa Penida bisa mendapatkan harga sembako yang lebih murah. Terutama untuk komoditas seperti beras, minyak goreng, dan gula yang selama ini harganya kerap melambung saat pasokan tersendat.
Gung Anom mendesak Dinas Perhubungan dan instansi terkait untuk segera mengkaji jadwal operasional kapal tersebut. Ia ingin penambahan frekuensi pelayaran bisa dimulai secepatnya, tanpa menunggu perubahan anggaran yang rumit.
Pemkab Klungkung sendiri sebelumnya telah mengoperasikan KMP Nusa Jaya Abadi untuk melayani angkutan penumpang dan barang. Namun, jadwal yang terbatas membuat kapal ini belum mampu menjawab kebutuhan logistik warga Nusa Penida secara optimal.