Pencarian

Agro Techno Park Badung Ramai Dikunjungi Turis tapi Belum Bisa Tarik Retribusi, Ini Sebabnya

Jumat, 19 Juni 2026 • 14:34:11 WIB
Agro Techno Park Badung Ramai Dikunjungi Turis tapi Belum Bisa Tarik Retribusi, Ini Sebabnya
Agro Techno Park Badung didatangi turis namun belum menarik retribusi karena fokus pada edukasi pertanian.

Raka Sukadana menjelaskan bahwa pihaknya sengaja belum melakukan promosi pariwisata secara massif. Fokus utama saat ini adalah mempertahankan ATP sebagai pusat edukasi pertanian. Tempat ini lebih sering menerima kunjungan dari instansi pemerintah, lembaga kemasyarakatan, dan institusi pendidikan yang ingin mempelajari rantai produksi kopi secara mendalam.

"Instansi maupun lembaga pendidikan yang datang ke sini orientasinya murni untuk mengenal bagaimana budidaya kopi Arabika dari hulu ke hilir," ujar Raka, Kamis (18/6/2026).

Kepala UPTD Baru Mulai Bertugas

Untuk mengelola operasional kawasan, pemerintah daerah telah membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) resmi. Kepala UPTD Badung ATP sudah diangkat dan mulai bertugas per 1 Maret 2026. Kehadiran UPTD ini diharapkan bisa memperkuat tata kelola dan pengembangan kawasan ke depan.

Teknologi Pertanian yang Diterapkan

Penerapan teknologi di ATP mencakup seleksi bibit unggul, pengaturan jarak tanam, pengelolaan tanaman pelindung, sistem irigasi, hingga penanganan pasca-panen. Hasilnya terlihat dari tanaman kopi yang sudah berbuah sebelum usia dua tahun. Metode irigasi tetes juga berhasil menyelamatkan tanaman yang hampir mati akibat kekeringan.

"Melalui pengawasan dan evaluasi yang ketat, kami pastikan seluruh pertumbuhan tanaman kopi di ATP berjalan sesuai standar Good Agriculture Practice (GAP)," kata Raka. Petugas mengontrol mulai dari kewajiban petik merah saat panen, penjemuran biji kopi, sortasi, hingga teknik pemanggangan.

Anggaran Operasional dari APBD

Dinas Pertanian dan Pangan Badung secara rutin mengalirkan anggaran pemeliharaan kawasan dari APBD setiap tahunnya. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan pupuk, bahan bakar alat mesin pertanian, penyediaan biji kopi untuk pembibitan, hingga pembayaran upah tenaga kerja setempat. Adapun anggaran untuk pembangunan fisik saat ini tidak dialokasikan karena sarana dan prasarana dinilai masih mencukupi.

Raka menambahkan, seluruh wisatawan yang berkunjung, termasuk yang sekadar mampir ke kedai kopi untuk menikmati pemandangan alam, datanya tercatat rapi di buku kunjungan.

Belum Bisa Potong Rantai Tengkulak

Raka tidak menampik bahwa ATP saat ini belum mampu memotong rantai tengkulak yang sering merugikan petani lokal. Sebab, ATP hanya memproses, mengolah, dan menjual hasil panen dari tanaman kopi yang berada di dalam kawasan mandiri milik pemerintah daerah.

"Kami menyadari ATP belum bisa menjadi wadah penampung hasil panen dari masyarakat sekitar," ujarnya.

Rencana Transformasi Menjadi Pusat Keunggulan Kopi

Ke depan, pemerintah daerah berencana mengkaji peluang agar ATP bertransformasi menjadi center of excellence atau pusat keunggulan kopi di Badung. Untuk membangkitkan target integrasi pertanian dan pariwisata, acara tahunan seperti Hari Kopi dan Pasar Agro juga akan dihidupkan kembali.

"Acara itu untuk mempertemukan petani dengan pembeli langsung di lokasi," pungkas Raka.

Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks