JAKARTA — Tekanan jual masih mendominasi pasar saham domestik pada awal perdagangan Kamis. IHSG langsung masuk zona merah dengan koreksi nyaris setengah persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Indeks LQ45 yang memuat 45 saham berkapitalisasi besar dan likuiditas tinggi juga tak luput dari tekanan. Indeks ini turun 5,28 poin atau 0,84 persen ke posisi 619,95 pada pembukaan perdagangan.
Level Psikologis 6.200 Kembali Hilang
Pergerakan IHSG pada Kamis pagi menunjukkan indeks gagal bertahan di atas level psikologis 6.200 yang sempat direbut kembali pada sesi sebelumnya. Pelemahan ini mengindikasikan sentimen pasar yang masih rapuh di tengah ketidakpastian global.
Data dari Bursa Efek Indonesia mencatat, koreksi pagi ini merupakan kelanjutan dari tren negatif yang membayangi pasar modal Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. Investor asing masih cenderung melakukan aksi lepas saham.
Faktor Eksternal dan Internal Membayangi
Tekanan terhadap IHSG dan LQ45 terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap arah suku bunga global serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara mitra dagang utama Indonesia. Kondisi ini memicu aksi wait and see di kalangan investor.
Dari sisi domestik, pelaku pasar masih mencermati data inflasi dan kebijakan moneter Bank Indonesia ke depan. Kombinasi faktor ini membuat laju indeks sulit berbalik arah dalam jangka pendek.
Hingga berita ini diturunkan, IHSG masih bergerak di kisaran 6.190, dengan potensi volatilitas tinggi sepanjang sesi perdagangan hari ini. Pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi penopang utama indeks.