Pencarian

Kylian Mbappé dan Michael Olise Tunjukkan Chemistry Mematikan, Eksperimen Ousmane Dembélé di Timnas Prancis Gagal

Rabu, 17 Juni 2026 • 00:59:01 WIB
Kylian Mbappé dan Michael Olise Tunjukkan Chemistry Mematikan, Eksperimen Ousmane Dembélé di Timnas Prancis Gagal
Kylian Mbappé dan Michael Olise menunjukkan sinergi efektif dalam laga Timnas Prancis.

BALIKeputusan Deschamps menurunkan Dembélé sebagai false nine atau nomor 10 di babak pertama nyaris menjadi bumerang. Sepanjang 45 menit awal, lini serang Prancis tumpul dan gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran. Dembélé, yang musim lalu membawa Paris Saint-Germain juara Liga Champions dan meraih Ballon d’Or, hanya mencatatkan 40 sentuhan — sama buruknya dengan Mbappé yang hanya 37 sentuhan.

Babak Kedua Berubah Total Usai Rotasi Taktik

Sadar sistem tidak berjalan, Deschamps menarik Dembélé ke sisi kanan dan memindahkan Olise ke tengah pada awal babak kedua. Hasilnya instan. Olise langsung menjadi jembatan antara lini tengah dan Mbappé, mengubah wajah serangan Prancis sepenuhnya.

“Kami jauh lebih baik saat Michael ditempatkan di tengah. Dia bisa bermain di kedua sisi, tapi semakin sering dia memegang bola, semakin baik,” ujar Deschamps menjelaskan perubahannya.

Gol Mbappé: Buah Umpan Terobosan Olise yang Cerdik

Momen krusial terjadi saat Olise melepas umpan terobosan untuk Mbappé yang membuka skor. Rekaman menunjukkan Dembélé sempat memberi instruksi agar bola dioper ke belakang secara lebih konservatif. Namun, Mbappé dan Olise sudah membaca pergerakan masing-masing. “Olise adalah quarterback, Mbappé adalah runner-nya,” demikian analogi yang menggambarkan kemitraan mereka.

Gol tersebut menjadi yang ke-57 dan ke-58 bagi Mbappé, sekaligus mengukuhkannya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Prancis, melewati catatan Olivier Giroud.

Dembélé dan Paradoks Talenta di Ruang Ganti

Di level klub, Dembélé, Mbappé, Olise, dan Désiré Doué total mencetak 97 gol musim lalu. Namun, statistik itu tidak otomatis menjamin harmoni di tim nasional. Masalahnya, ketiganya — Dembélé, Olise, dan Doué — cenderung menempati zona yang sama, membuat serangan Prancis kehilangan variasi dan lebar lapangan.

Deschamps mengakui ada “bug dalam sistem” saat melawan Senegal. Solusinya: mengorbankan Dembélé sebagai poros serangan. “Eksperimen Dembélé seharusnya tidak diulang,” tulis analis Get French Football News.

Barcola Bisa Jadi Opsi Alternatif di Laga Berikutnya

Bradley Barcola, yang masuk dari bangku cadangan dan mencetak gol, memberi Deschamps opsi baru. Gaya larinya yang langsung menusuk pertahanan lawan dinilai lebih cocok sebagai pelengkap Mbappé ketimbang Doué yang lebih teknis. Laga kontra Irak pada pekan depan akan menjadi ujian untuk memperkuat koneksi Mbappé-Olise sekaligus menentukan peran Dembélé ke depan.

Bagikan
Sumber: theguardian.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks