DENPASAR — Pengujian dilakukan pada Sabtu (13/6/2026) secara jemput bola di Taman Budaya Art Center Denpasar. Tim BBPOM menggandeng Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perikanan dan Kelautan, serta Dinas Kesehatan untuk menyisir stan-stan kuliner dan mengambil sampel secara acak.
Hasilnya, 19 sampel yang diuji menggunakan alat rapid test di laboratorium keliling menunjukkan hasil negatif terhadap empat jenis bahan tambahan pangan (BTP) terlarang. Zat yang dideteksi meliputi boraks, formalin, rhodamin B, dan methanil yellow.
Sate Lilit hingga Pangsit Diuji, Semua Aman
Petugas menyasar makanan favorit pengunjung PKB, mulai dari sate lilit ikan laut, bumbu rujak, bumbu serombotan, es mutiara, bakso, tahu, mi, hingga pangsit. Seluruh sampel diambil langsung dari stan yang paling ramai pembeli.
"Berdasarkan hasil uji klinis di lapangan terhadap 19 sampel makanan siap saji tersebut, seluruhnya menunjukkan hasil negatif. Tidak ditemukan adanya kandungan bahan berbahaya sama sekali," demikian rilis resmi BBPOM di Denpasar.
Pengujian difokuskan pada boraks dan formalin yang biasa disalahgunakan sebagai pengawet non-pangan, serta pewarna tekstil rhodamin B dan methanil yellow yang dilarang masuk ke dalam tubuh manusia.
BBPOM Buka Pendampingan Izin Edar untuk UMKM
Selain menguji makanan siap saji, tim BBPOM juga menyambangi stan yang menjual produk pangan olahan terkemas dengan masa kedaluwarsa panjang, seperti kopi lokal Bali, keripik, dan kerupuk khas daerah. Langkah ini menjadi pintu masuk bagi pelaku UMKM yang ingin memperluas pasar secara legal.
"Bila pelaku usaha kuliner dan pangan olahan di Bali mau naik kelas, BBPOM di Denpasar siap mendampingi secara intensif dari awal sampai mereka berhasil mendapatkan Nomor Izin Edar resmi," ujar Putu Ekayani, Ketua Tim Sertifikasi, Informasi, dan Komunikasi BBPOM di Denpasar.
Pendampingan itu mencakup proses pengurusan dokumen hingga uji kelayakan produk. BBPOM menargetkan semakin banyak produk lokal Bali yang bersertifikasi sehingga mampu bersaing di pasar modern dan menarik minat wisatawan.
Langkah Preventif untuk Wisatawan dan Warga Lokal
PKB XLVIII tahun ini diperkirakan akan dikunjungi puluhan ribu orang, baik warga Bali maupun wisatawan domestik dan mancanegara. Kepastian keamanan pangan menjadi penting mengingat stan kuliner merupakan salah satu daya tarik utama perhelatan tahunan tersebut.
BBPOM menegaskan bahwa pengawasan tidak berhenti pada hari pembukaan. Tim akan melakukan pengambilan sampel secara berkala selama gelaran PKB berlangsung untuk memastikan tidak ada celah bagi pedagang nakal yang mencampur bahan berbahaya.
Langkah preventif dan edukatif ini diharapkan tidak hanya melindungi kesehatan masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif krama Bali yang berbasis pangan higienis dan bersertifikasi.