DENPASAR — Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Bali Imbar Susanto menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada keandalan pasokan listrik selama perayaan hari raya, tetapi juga pada aspek keselamatan masyarakat. Hal itu ia sampaikan dalam Forum Group Discussion (FGD) bertema “Kolaborasi Akulturasi Budaya dan Teknologi dalam Peningkatan Pelayanan dan Keselamatan Ketenagalistrikan di PLN Bali” yang digelar di Denpasar, Kamis.
“Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, PLN siap dengan pasokan listrik yang andal agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan tradisi dengan nyaman. Namun keselamatan tetap menjadi perhatian utama,” kata Imbar dalam forum yang melibatkan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali dan insan media tersebut.
Penjor Terlalu Tinggi Bisa Picu Gangguan dan Kecelakaan
Manager K3L dan Keamanan PLN UID Bali I Made Ariana menjelaskan bahwa pemasangan penjor yang terlalu tinggi atau terlalu dekat dengan kabel listrik berpotensi menimbulkan gangguan hingga kecelakaan kelistrikan. Menurutnya, aktivitas adat dan keagamaan yang meningkat menjelang hari raya biasanya diikuti dengan bertambahnya penggunaan peralatan listrik di rumah tangga maupun fasilitas pendukung upacara.
“Masyarakat perlu memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik serta memperhatikan posisi pemasangan penjor agar tidak berada terlalu dekat dengan jaringan listrik,” ujar Ariana.
Stop Kontak Berlebihan dan Beban Listrik Jadi Sorotan
Selain soal penjor, PLN juga mengimbau warga menghindari penggunaan stop kontak secara berlebihan. Masyarakat diminta hanya menggunakan peralatan listrik berstandar serta tidak menambah beban listrik melebihi kapasitas instalasi yang tersedia.
Ariana menambahkan, jika warga menemukan potensi gangguan atau kondisi berbahaya, segera laporkan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123 agar petugas bisa segera menindaklanjuti.
MDA Bali: Keselamatan Listrik Bagian dari Budaya
Perwakilan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali Ida Bagus Purwa Sidemen menegaskan bahwa nilai-nilai budaya Bali mengajarkan keseimbangan dan keharmonisan dalam kehidupan, termasuk dalam penggunaan teknologi dan energi listrik secara bijaksana. Ia menilai keselamatan ketenagalistrikan merupakan tanggung jawab bersama yang harus menjadi bagian dari budaya masyarakat.
“Seluruh rangkaian perayaan Galungan dan Kuningan harus bisa berlangsung dengan aman dan nyaman,” kata Purwa Sidemen.